Selasa, 12 Februari 2013
Kamis, 07 Februari 2013
ALASAN Ilmiah Mengapa Pria Tidak Boleh Memakai Emas
Emas
merupakan perhiasan yang sangat digandrungi oleh semua wanita. Yang
jadi menarik adalah saat ini banyak sekali lelaki yang memakai emas.
Apakah diperbolehkan?. Dalam pandangan islam tentunya dilarang. Hal ini
menganut hadist Nabi Muhammad SAW : " Emas dan sutra dihalalkan bagi
para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria".
(HR. An Nasai dan Ahmad).
(HR. An Nasai dan Ahmad).
Bagaimana menurut pandangan ilmiah?
Jika
ditinjau dari segi ilmiah, para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa
atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah
manusia, dan jika lelaki mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam
jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam
darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi
batas (diikenal dengan sebutan "migrasi emas"). Dan apabila ini
terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.
Alzheimer
atau Zheimer sendiri adalah suatu penyakit di mana seorang lelaki
kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali
seperti anak kecil. Zheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan
penuaan paksaan atau terpaksa.
Islam
membolehkan wanita untuk mengenakan emas. Karena perlu dicatat bahwa
wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel
berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui haid (datang bulan).
Kan lucu sekali kedengarannya jika seorang lelaki mencoba datang bulan
karna dirinya mengenakan emas. Merupakan satu hal yang sebenarnya
mustahil.
Emas
yang berbentuk serpihan dan telah dicampuri bahan-bahan yang lain juga
tidak boleh. Karna masih mengandung emas. Seharusnya para lelaki sadar
akan hal ini. Jika badan mereka sudah terkena dampaknya, bukan hanya
mereka saja yang dirugikan tetapi orang-orang terdekatnyajuga akan
merasa demikian.
Dalam
hadits Rasulullah juga sudah sangat jelas melarang ini karna
sesungguhnya Islam sayang dengan kita semua. Islam dengan tegas melarang
kita agar kita terhindar dari penyakit tersebut. Namun kita sebagai
manusia malah mengacuhkan hal tersebut. Kita lebih sukar untuk
diberitahu sampai penyakit tersebut menghampiri kita. Setelah itu apa
yanga kan kalian rasakan? Penyesalan, ya aku rasa demikian. Sebelum
penyesalan datang, kita tak akan pernah tau apa itu hal yg berharga.
Kita suka menyia-nyiakan. Padahal ini tubuh kita, kita yang merasakan.
Jadi,
aku menghimbau untuk para lelaki agar jangan memakai emas lagi. Lebih
baik emas tersebut diberikan kepada wanita agar mereka bahagia.
Sesungguhnya membuat seseorang bahagia itu mendapat pahala loh dan yang
memberi juga akan mendapat kebahagiaan sendiri dengan melihat orang lain
bahagia.
Sabtu, 26 Januari 2013
Tips Tiba di Bali pada Malam Hari
Mungkin
pertanyaan diatas sering terpikir bagi teman-teman yang akan datang ke
Bali. Tetapi saya mempunyai beberapa tips yang dapat menolong
teman-teman bila terpaksa mendarat di Bali pada larut malam.
Seiring
dengan mulai bangkitnya sektor parawisata di Bali, semakin banyak turis
yang datang ke Bali khususnya wisatawan domistik. Hal ini juga didukung
oleh maraknya penerbangan swasta lokal yang membuka jalur Jakarta-Bali
atau dari kota lainnya di Indonesia. Dari banyaknya penerbangan
tersebut, beberapa maskapai menawarkan tarif yang lebih murah untuk
penerbangan malam (last flight). Pesawat take off dari Jakarta
sekitar pukul 20.30 dan mendarat di Bali pada pukul 23.00 (lama
penerbangan 1 1/2 jam, ditambah satu jam karena waktu Bali 1 jam lebih
cepat/ WITA).
Masalahnya
bila anda tiba di Bali pada jam 23.00, maka akan timbul pertanyaan
bagaimana saya bisa mendapatkan penginapan? terus sarana transportasi
dari bandara ke penginapan apa, berapa ongkos taxi?, taxi argo atau
borongan? apa supir taxi di Bali suka “ngegetok”?, apakah aman? dan
banyak lagi.
Saya mempunyai beberapa tips untuk keadaan seperti di atas.
1. Waktu Bali 1 jam lebih cepat dari Jakarta atau WITA, jadi sewaktu di dalam pesawat putarlah jam tangan anda 1 jam kemuka.
2. Bila anda
tiba di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Ray, anda dapat
menggunakan taxi resmi bandara dengan membeli tiket taxi di counter
resmi yang buka sampai pesawat terakhir malam di sebelah kanan di
gerbang keluar kedatangan. Kita hanya membayar tiket taxi ke counter ini
dan tidak ke sopir taxi. Tetapi anda dapat memberikan tips ke sopir
taxi kemudian. Bila anda tiba di Terminal Kedatangan Internasional
tidak ada counter taxi di sana, anda dapat menunggu taxi di pintu
kedatangan. Bila tidak ada taxi, biasanya ada taxi “omprengan” (plat
hitam) tetapi usahakan tawar ongkos taxi sesuai dengan tujuan anda. Tapi
biasanya taxi omprengan ini tidak terlalu menaruh tarif tinggi. Pada
Counter Taxi Resmi besar tarif sesuai dengan jauh perjalanan, untuk
tujuan Kuta-Legian Rp 45.000, Jimbaran Rp. 60.000, Nusa Dua 50.000,
Denpasar Rp. 65.000. Kuta adalah tempat pariwisata paling dekat dengan
Bandara dengan jarak hanya 15 menit. Saran saya bila ini adalah
kedatangan pertama anda ke Bali sebaiknya anda menuju ke Kuta dahulu dan
mencari penginapan di sana.
4.
Penginapan murah, bersih, dan aman banyak terdapat di Jalan Poppies Lane
II Legian Kuta. Dari Bandara anda akan melewati Jalan Kartika Plaza,
belok kiri Jalan Pantai Kuta di sisi Pantai Kuta dan Jejeran Hotel
Mewah, Hard Rock Cafe, Pizza Hut, McDonnald dan belok kanan masuk ke
Jalan Poppies Lane II menuju ke Jalan Legian. Di kanan kirim Poppies
Lane II banyak sekali penginapan murah tapi bersih. Anda dapat berhenti
di salah satu penginapan dan menanyakan apakah ada kamar kosong. Perlu
diperhatikan Jalan Poppies ini hanya satu jalur dan satu arah dan taxi
tidak bisa berhenti lama.
5. Saya
rekomendasikan penginapan murah di Poppies Lane II: Losmen/Bungalow
Cempaka I, Cempaka II, Dua Dara, Artawan, Ronta, dll. Tarif 1 kamar per
malam berkisar Rp. 40-60 ribu dengan fasilitas 2 tempat tidur, fan
(kipas angin), kamar mandi/WC di dalam, dan “light breakfast” di pagi
hari. Saya rasa harganya sangat murah dibandingkan dengan penginapan
sejenis di Jakarta atau kota lain.
6. Anda dapat langsung membayar cash ke receptionist uang kamar dan menuliskan nama sesuai KTP pada formulir yang diberikan.
7. Anda
dapat bernafas lega karena “at least” anda tidak tidur di emperan malam
ini. Besok paginya anda dapat melihat-lihat di sekitar Poppies untuk
Penginapan yang lebih baik atau anda dapat menuju tempat lain di Bali
sesuai dengan rencana liburan anda.
Fasilitas Lain di Kuta
Menurut saya
tempat yang paling favorite untuk “pelabuhan pertama” di Bali adalah
Kuta. Selain daerah ini terdapat Pantai Kuta yang terkenal (200 m dari
Poppies Lane II), juga mempunyai fasilitas yang lengkap: Penginapan yang
murah & bersih, Restorant makanan barat& lokal yang cukup
terjangkau, ATM, Internet, Mini Market Circle K 24 jam, Toko pakaian
& souvenir yang relatif murah asal nawar, dan banyak bule-bule (di
antaranya banyak yang 1/2 bugil) berseleweran.
Keamanan
Soal
keamanan, Bali dapat dikatakan relatif aman dibandingkan dengan tempat
lain di Indonesia, Jarang terjadi penodongan, pencurian atau
“pemalakan”. Mayoritas Masyarakat Bali adalah penganut Agama Hindu yang
taat yang takut akan karma buruk. Biasanya bila terjadi kejahatan
pelakunya adalah pendatang. Jadi jangan takut untuk datang ke Bali, aman
kok!
Jumat, 18 Januari 2013
TERNYATA Susu Kedelai Berbahaya
Ternyata susu kedelai berbahaya dan ini adalah pernyataan langsung dari dr. Indiradewi Hestinignsih

Tahukah
Anda? Susu kedelai bermanfaat jika produk kedelai telah terfermentasi.
Namun "tidak" bermanfaat jika produk tersebut adalah non-fermentasi.
The
Cancer Council of New South Wales, Australia telah memperingatkan
penderita kanker untuk menghindari makanan yang berbahan dasar kedelai.
Peringatan tersebut dilatarbelakangi oleh karena kedelai non-fermentasi
akan mempercepat pertumbuhan kanker.
Produk kedelai terbagi
menjadi 2 jenis, yakni produk yang terfermentasi adalah tempe, kecap,
miso, natto dan kecambah kedelai. Dilain sisi terdapat produk
NON-FERMENTASI seperti misalnya tahu dan susu kedelai, dan lainnya.
dr. Indiradewi Hestinignsih
Pada
produk kacang kedelai yang non-fermentasi terdapat kandungan zat yang
diyakini membawa dampak buruk dan perlu diperhatikan, diantaranya
seperti:
A) Goitrogen - komponen yang mengganggu fungsi tiroid,
dapat menyebabkan hypotiroid dan juga beresiko menyebabkan kanker
tiroid. Untuk terjadi kanker, tergantung banyaknya dan usia. Berdasarkan
Soy Online Service, bayi seharusnya tidak mengonsumsi kedelai sama
sekali. Bagi orang dewasa, hanya dengan 30 mg isoflavone (termasuk
komponen goitrogen) per hari cukup mengganggu fungsi tiroid. Takaran
isoflavon yang perlu diwaspadai ini ada pada 5-8 ons susu kedelai.
Kanker Tiroid
B) Asam Phytic - Kedelai mengandung asam Phytic, yaitu asam yang dapat
menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium,
tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan. Seng dibutuhkan
untuk perkembangan dan fungsi otak serta sistem syaraf. Juga berperan
penting dalam mengendalikan mekanisme kadar gula darah sehingga
melindungi dari diabetes serta menjaga kesuburan.
Pada proses fermentasi kandungan asam phytic ini jauh berkurang sampai pada level aman untuk segala umur.
Gangguan penyerapan mineral dalam saluran pencernaan
C)
Penghambat Trypsin - mengurangi kemampuan untuk mencerna protein.
Pemberian produk kedelai yang non-fermentasi pada bayi dan anak secara
teratur akan mengganggu pertumbuhannya. Kacang-kacangan lain yang
memiliki kandungan penghambat trypsin yang tinggi adalah kacang lima.
D)
Nitrat - bersifat karsinogen (penyebab kanker), terbentuk pada saat
pengeringan, dan zat beracun lysinoalanin terbentuk selama proses
alkalin. Berbagai macam zat aditif buatan, terutama MSG (zat aditif yang
merusak sel syaraf) telah ditambahkan pada produk kedelai untuk
menyamarkan "aroma kacang"nya yang kuat dan memberikan rasa mirip
daging.
E) Phytoestrogen - Biasanya dipakai untuk membantu
mengurangi efek produksi estrogen yang rendah dalam tubuh,kini ditemukan
sebagai faktor penyebab kanker payudara dan leukemia pada anak.
Gangguan pertumbuhan
F)
Aluminum - Dari beberapa penelitian telah diketahui adanya hubungan
antara keberadaan aluminium dengan penyakit Alzheimer. Tapi tahukah Anda
bahwa susu kedelai mengandung aluminium 11 kali (1100 persen) lebih
banyak dibandingkan susu formula biasa?!
Sel Kanker
G)
Mangan - Produk formula kedelai memiliki kandungan mangan berlebih bagi
tubuh kita. Mangan dalam tingkat kecil sangat kita butuhkan untuk
membantu sel tubuh kita mengumpulkan energi. Tapi jika berlebih, mangan
bisa menyebabkan kerusakan otak seperti pada penyakit Parkinson. Tingkat
kandungan mangan di tiap susu bayi berbeda-beda, yaitu:
ASI mengandung 4-6 mcg/L.
Susu formula bayi biasa (dari sapi) mengandung 30-50 mcg/L.
Susu formula kedelai mengandung 200-300 mcg/L!!!
H)
Terlalu Banyak Omega-6. Produk kedelai non-fermentasi mengandung
kandungan Omega-6 yang lebih banyak dibandingkan Omega-3.
Ketidakseimbangan rasio antara Omega-3 dengan Omega-6 akan membuat kita
rentan terkena penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, arthritis,
asma, hiperaktif, dan depresi.
Dampak Bagi Anak Laki-Laki
"Pubertas
dini (yang disebabkan oleh produk kedelai) bisa meningkatkan resiko
anak laki-laki menderita kanker testicular di saat menjelang dewasa,
karena telah terpapar berbagai hormone seks terus menerus," ujar Marcia
Herman-Giddens , peneliti dari University of North Carolina.
Kandungan
berlebih isoflavon memiliki sifat feminisasi, yang akan MENGAKIBATKAN
UKURAN KELAMIN BAYI LAKI-LAKI JADI LEBIH KECIL DAN KECENDERUNGAN
GENETIKA YANG MENGARAH KE HOMOSEKSUALITAS. Beberapa ahli mempersalahkan
pengkonsumsian susu formula bayi sebagai salah satu faktor kecenderungan
genetika anak laki-laki menjadi seperti perempuan.
Dampak Bagi Anak Perempuan
Produk
formula kedelai mengandung tingkat hormon sebanyak 240 kali lebih
tinggi dibandingkan ASI! Anak-anak perempuan yang memasuki masa pubertas
akan beresiko besar menderita kanker payudara dan juga kista rahim jika
mengalami gangguan tiroid karena rutin mengonsumsi produk kedelai
non-fermentasi.
Dampak Bagi Wanita Muda
Disamping itu juga
didapati bahwa dua gelas susu kedelai sehari dalam satu bulan penuh,
mengandung cukup komponen kimiawi yang dapat mengganggu siklus
menstruasi wanita. Para wanita yang memakai pil-pil kontrasepsi lebih
sering mudah marah-marah seiring adanya gangguan hormonal. Hanya dengan
100 gr dari produk kedelai, mengandung komponen estrogenik yang sama
dengan satu pil kontrasepsi.
Dampak Bagi Pria Dewasa
phytoestrogen
kedelai menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan
hormone testoteron (hormone pria). Penelitian terhadap pejantan
hewan-hewan juga telah banyak dilakukan, baik dari belalang sampai
dengan cheetah. Dari penelitian-penelitian tersebut didapati bahwa
kedelai mengakibatkan para pejantan ini kurang percaya diri, kurang
agresif, hasrat seksual menurun, dan jumlah sperma pun berkurang.
Dampaknya pada manusia terlihat lebih lambat daripada pada hewan. Tapi
tetap saja berdampak negatif jika kedelai secara rutin diberikan pada
pria
Senin, 02 April 2012
Kata-Kata Bijak Bill Gates

Dalam Menjalani kehidupan Kata-kata Bijak Bill Gates ini akan menjadi dukungan untuk kita. Dukungan dari dalam diri kita memiliki peranan sangat penting. wahw33d pagi ini mau bagi-bagi Kata-kata bijakbill gates. Siapa tidak kenal Bill Gates? Pendiri perusahaan software raksasa Microsoft ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Dia juga dikenal sebagai dermawan yang banyak sekali menyumbangkan uang bagi aktivitas kemanusiaan melalui yayasan Bill & Melinda Gates Foundation.
Dalam beberapa kesempatan, drop out dari Universitas Harvard ini mengemukakan beberapa quote yang mungkin bisa menginspirasi. Berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber:
- Saya sungguh memiliki banyak impian ketika masih kecil dan saya pikir hal itu tumbuh dari fakta bahwa saya punya kesempatan untuk banyak membaca.
- Saya gagal dalam beberapa subyek saat ujian, namun teman saya lulus semuanya. Sekarang dia bekerja sebagai seorang insinyur diMicrosoft dan saya adalah pemilik Microsoft.
- Jika Anda tidak bisa membuatnya dengan baik, setidaknya buatlah terlihat baik.
- Tidak masalah untuk merayakan kesuksesan, namun lebih penting untuk memperhatikan pelajaran dari kegagalan.
- Berlakulah baik kepada para nerds. Ada kemungkinan Anda akan bekerja untuk salah satu dari mereka.
- Dalam bisnis ini, saat Anda menyadari sedang berada dalam masalah, sudah terlambat untuk menyelamatkan diri. Kecuali Anda ketakutan setiap saat, Anda musnah.
- Teknologi hanyalah alat. Untuk membuat anak-anak bekerja sama dan memotivasi mereka, guru adalah yang paling penting.
- Jika Anda pikir guru Anda adalah orang yang keras, tunggulah sampai Anda memiliki bos.
- Televisi bukanlah kehidupan yang nyata. Di kehidupan sebenarnya, orang-orang harus meninggalkan warung kopi dan pergi bekerja.
- Jangan merengek-rengek tentang kesalahan Anda, belajarlah dari kesalahan itu.
- Saya yakin jika Anda menunjukkan orang permasalahannya dan menunjukkan pada mereka solusi, mereka akan bergerak untuk beraksi.
- Saya mengambil langkah raksasa dan segera. Jika Anda berada di tempat dan waktu yang tepat dan memiliki visi ke mana teknologi baru akan menuju namun Anda tidak beraksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses.
Selasa, 06 Maret 2012
Pengelolaan Kelas: Mengatasi Perilaku Menyimpang
| Ditulis oleh Khalid Maulana Sibarani |
| Rabu, 12 Oktober 2011 07:55 |
| MENGATASI PERILAKU PEBELAJAR YANG MENYIMPANG (BERMASALAH) Prinsip dasar dari teori belajar perilaku menunjukkan bahwa perilaku pebelajar yang bermasalah (menyimpang) di dalam kelas perlu diatasi melalui penggunaan berbagai penguatan (reinforcer). Dalam hal ini kita harus dapat menerapkan bentuk penguatan yang sesuai dengan jenis perilaku menyimpang dari siswa itu sendiri. Bentuk penguatan yang umum terjadi di dalam kelas adalah berupa perhatian, yang berasal dari pihak guru dan atau sesama pebelajar (peer group). Paling tidak ada 3 macam penguatan sekaligus persoalan yang kalau tidak diperhatikan atau digunakan dengan baik dapat mempengaruhi dan menyebabkan pebelajar berperilaku menyimpang di dalam kelas. Pertama adalah keinginan siswa untuk memperoleh perhatian dari guru (teacher's attention), kedua ialah untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan dari rekannya sesama siswa/pebelajar (peers' attention) , sedangkan yang ketiga merupakan upaya menghindar dan mencegah dari situasi kelas yang membosankan, monoton, kelelahan, atau jenis situasi lainnya yang kurang menyenangkan (release from unpleasant activities). (1) Perhatian guru (teacher's attention) • Terkadang siswa berperilaku menyimpang oleh karena ia ingin mendapat perhatian dari gurunya • Berikan perhatian kepada siswa yang mengerjakan tugas atau berperilaku dengan baik, sedangkan bila berperilaku sebaliknya abaikan atau jangan memperhatikan siswa yang melakukan perbuatan tersebut • Bila dengan cara mengabaikan siswa masih belum (kurang) berhasil, maka lakukan "time-out" (menyuruh siswa berdiri di pojok kelas atau di kantor kepala sekolah). (2) Perhatian siswa (peers' attention) • Dorongan/dukungan atau motivasi dari rekan-rekannya dapat membuat siswa berperilaku menyimpang • Perbuatan siswa tersebut jangan diabaikan/dibiarkan karena akan dapat mempengaruhi siswa lainnya • Setidaknya ada 2 cara dalam menghadapi siswa yang berperilaku karena dukungan dari rekannya, yakni dengan memindahkan posisi/tempat duduk siswa tersebut dari yang lainnya, sedangkan yang kedua adalah dengan menerapkan strategi "group contigencies" yaitu dengan cara menawarkan atau memberikan hadiah/keuntungan (reward) yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelas berdasarkan sikap atau perilaku siswa yang diinginkan oleh guru. Bila seorang siswa saja melakukan kekeliruan maka dampaknya seluruh kelas tidak akan memperoleh hadiah tersebut. Misalnya, seluruh siswa akan memperoleh tambahan waktu istirahat 5 menit apabila tidak ada seorang siswa pun yang berbuat kesalahan di dalam kelas. (3) Menghindari situasi tidak menyenangkan • Siswa yang merasa bosan, jenuh, lelah di dalam kelas dapat mendorongnya berperilaku menyimpang • Cara mengatasi masalah ini diantaranya memperbaiki strategi pembelajaran di kelas, misalnya dengan menggunakan metode belajar bersama (cooperative learning) yang membuat siswa terlibat secara aktif, langsung, dan dinamis dalam belajar. • Gunakan pula penghargaan dan atau hadiah-hadiah ringan misalnya dengan memberikan pujian bagi siswa yang melakukan/menanggapi tugas dengan baik. Akan teapi cara ini kurang efektif bila diterapkan bagi siswa yang tingkat pencapaian tugasnya renda (low-achieving student), pada kasus ini guru perlu memberikan bimbingan khusus. PRINSIP-PRINSIP MODIFIKASI PERILAKU Modifikasi perilaku sejalan dengan strategi "group contingency" yang merupakan suatu strategi memodifikasi atau merubah perilaku siswa dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Sekurang-kurang terdapat tiga indikasi diperlukannya menerapkan strategi modifikasi perilaku atau "group contigency" yaitu: bila dalam satu kelas masih terdapat beberapa siswa yang berperilaku menyimpang, kedua ketika perilaku menyimpang tersebut mendapat dukungan dari rekan-rekannya, serta apabila di dalam kelas terdapat banyak siswa yang rendah motivasinya maupun dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menerapkan strategi ini adalah sebagai berikut: 1. Identifikasi sasaran perilaku (yang menyimpang) dan identifikasi bentuk penguatan. Pada langkah ini guru perlu mengidentifikasi asal mula jenis-jenis perilaku menyimpang dan melihat kemungkinan menerapkan bentuk-bentuk penguatan dalam mengatasi perilaku tersebut. Misal, bila siswa menunjukkan kebolehannya bermain akrobat (sirkus) di dalam kelas, maka dapat disimpulkan bahwa perilakunya itu memperoleh dukungan dan rekan-rekannya. Sedangkan seandainya seorang siswa keluar kelas tanpa permisi atau sering menolak tugas tanpa terlebih dahulu berupaya untuk melakukannya, maka perilaku ini mengindikasikan siswa memerlukan lebih banyak perhatian guru. 2. Menetapkan batasan dari perilaku menyimpang tersebut. Hal ini dapat dilihat dari frekuensi perilaku menyimpang yang dilakukan siswa, misal berapa kali seorang siswa keluar ruangan tanpa permisi atau bila satu jenis perilaku siswa mengganggu rekan lainnya, maka perlu ditetapkan bentuk perilaku apa yang mengganggu tersebut (apakah berbisik-bisik, mengambil barang milik rekannya atau melakukan interupsi/menyela pembicaraan). 3. Menentukan bentuk penguatan (reinforcer) dan kriteria pelaksanaan penguatan (reinforcement). Bentuk penguatan haruslah konsisten diberikan terhadap perilaku siswa yang baik (sesuai harapan) pada saat permulaan dari program modifikasi perilaku ini. Kemudian pemberian penguatan itu dikurangi secara bertahap tatkala perkembangan perilakunya sudah dapat dinilai meningkat lebih baik. Dalam program modifikasi perilaku ini hukuman (punishment) sedapat mungkin dihindari, karena hanya membuat situasi menjadi tidak kondusif bagi tercapainya suasana kelas yang menyenangkan. Hukuman hanya dilakukan dalam kondisi terpaksa dan tak ada jalan lain lagi untuk mengatasi masalah perilaku tersebut. 4. Menentukan bentuk hukuman dan kriteria pelaksanaan hukuman, bila diperlukan. Apabila masalah perilaku siswa cukup serius/berat, sedangkan program penguatan yang telah dirancang sedemikian rupa masih belum efektif, maka tidak ada jalan lain dalam mengatasinya kecuali menerapkan bentuk hukuman (punishment). Bentuk hukuman merupakan stimulus yang tidak menyenangkan yang setiap individu berusaha untuk menghindarinya. Namun demikian agar pelaksanaan hukuman berjalan efektif dan cukup manusiawi maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1)Gunakan hukuman secara ketat/terbatas dan seperlunya (tidak royal),(2) Jelaskan kepada siswa kenapa ia memperoleh hukuman seperti itu, (3) Sediakan pula jalan alternatif bagi siswa dalam memperoleh penguatan (untuk menjauhi hukuman),(4) Berikan penguatan dan hukuman secara proporsional, misal beri hukuman ketika siswa tidak menyelesaikan tugas sementara itu beri penguatan ketika siswa berhasil melaksanakan tugasnya, (5) Hindari bentuk-bentuk hukuman fisik,(6) Sesegeralah memebrikan hukuman sewaktu perilaku menyimpang tersebut mulai terjadi, jangan dibiarkan terlalu lama baru diberikan hukuman 5. Mengamati perilaku yang terjadi selama kegiatan implementasi strategi modifikasi perilaku dan membandingkannya dengan batasan perilaku menyimpang yang telah ditetapkan. Pada langkah ini perlu kiranya mengukur efektivitas dari program modifikasi ini. Biasanya program ini dapat membuahkan hasil yang baik setelah beberapa hari dilakukan. Apabila setelah seminggu belum juga menunjukkan hasil positif, maka perlu dipertimbangkan cara/sistem atau bentuk penguatan lainnya. 6. Tatkala program modifikasi perilaku laku ini berjalan dengan baik, maka kurangi sedikit demi sedikit frekuensi/aktivitas pelaksanaan penguatan. Sekali program modifikasi dilaksanakan dan perilaku para siswa meningkat dengan baik serta stabil pada tingkat tertentu, frekuensi pemberian penguatan pun bisa mulai dikurangi. Awalnya, penguatan diberikan pada setiap kasus (kejadian), kemudian seiring dengan berjalannya waktu penguatan diberikan lagi terhadap kasus lainnya. Setelah itu penguatan diberikan setiap terjadi beberapa kasus. Dengan mengurangi penguatan memungkinkan perilaku baru yang telah terbentuk tersebut dapat berlangsung lama dan bisa memperluas perilakunya itu dalam situasi (setting) yang berlainan. PROGRAM ANALISA PERILAKU TERAPAN Paling sedikit ada 4 program dalam menganalisa perilaku terapan siswa yang merupakan bentuk perhatian dan pelayanan guru terhadap para siswa secara individual/perseorangan. Keempat program yang dapat diterapkan tersebut adalah sebagai berikut: (a) Home-Based Reinforcement ( Penguatan Berasal Dari Rumah) • Guru memberikan setiap siswa lembaran laporan harian atau mingguan yang dibawa pulang kerumah masing-masing siswa. Kemudian orangtua siswa diminta untuk memberikan penguatan (perhatian dan hak atau hadiah khusus) kepada anaknya berdasarkan laporan perkembangan siswa yang diberikan oleh gurunya tersebut. • Keuntungan diterapkannya cara ini diantaranya orangtua dapat memberikan lebih banyak perhatian dan pengawasan terhadap siswa (anaknya) dibandingkan dengan yang dapat sekolah berikan. Misalnya, orangtua tentunya lebih mudah mengendalikan waktu anaknya dalam menonton televisi, berpergian dan sebagainya setelah mempelajari isi laporan guru. Orangtua lebih tahu hal apa saja yang disukai anaknya dan oleh karena itu orangtua bisa lebih lengkap dalam memberikan hak-hak khusus bagi anaknya ketimbang sekolah. Keuntungan kedua adalah cara ini menjadikan orangtua dapat mengetahui sisi-sisi baik dari anaknya. Biasanya orangtua dipanggil sekolah bila anaknya melakukan perbuatan salah saja. Hal ini sangat buruk bagi hubungan antara orangtua dan sekolah yang hanya mengungkapkan kelemahan serta menyalahkan semata-mata. Keuntungan yang ketiga ialah "home-based reinforcement" cukup mudah administrasinya sehingga dapat digunakan bagi pihak-pihak yang membutuhkan dan akan berhubungan dengan siswa yang bersangkutan misal rekan guru lainnya. (b) Kartu Laporan Harian Siswa • Guru membuat laporan harian siswa yang berisi penilaian guru terhadap perilaku dan penyelesaian tugas-tugas sekolah setiap anak per-harinya • Guru menetapkan batasan dari penilaian (skor) yang diinginkan dari keseluruhan obyek yang dinilai (perilaku dan penyelesaian tugas-tugas sekolah) • Apabila siswa berhasil menepati atau bahkan melampui skor minimum maka orangtuanya diminta untuk memberikan hadiah khusus, jadi setiap keberhasilan yang dicapainya akan memperoleh penguatan dari ayahnya. (c) Whole-Class Token Reinforcement (Pemberian Poin Penguatan Bagi Seluruh Kelas) • Guru menyediakan poin-poin bagi siswa yang menyelesaikan tugas dan berperilaku yang diharapkan, misalnya siswa selalu berada ditempat, meja siswa bersih, memperhatikan guru atau menghadap kedepan kelas. Poin-poin tersebut kemudian pada akhir pembelajaran dikumpulkan dan ditukar dalam bentuk barang seperti permen, buku komik, gambar-gambar yang menarik dan sebagainya yang diberikan kepada siswa yang telah mengumpulkan sejumlah poin-poin tertentu. • Poin-poin yang dikumpulkan dapat pula ditukar dalam bentuk lainnya seperti diberikannya ekstra waktu istirahat, diberikan kesempatan menonton bioskop, meniadakan nilai tes yang rendah dan lainnya • Penelitian menunjukkan bahwa sistem ini meningkatkan waktu penyelesaian tugas siswa dari keseluruhan kelas rata-rata 39% menjadi 83% • Dengan demikian poin-poin ini ditujukan tidak semata-mata pada perubahan perilaku saja melainkan juga penyelesaian tugas-tugas secara akurat (d) Group Contingency Programs (Program Perencanaan Penguatan bagi Seluruh Siswa) • Sistem pemberian penguatan pada program ini didasarkan pada perilaku anggota kelas yang berdampak bagi pemberian penguatan bagi seluruh kelas. Misal guru mengatakan ..."kita akan segera istirahat asalkan seluruh siswa telah menyelesaikan tugasnya dan dalam situasi tenang (tidak ribut)" atau guru menjanjikan tidak akan memberikan pekerjaan rumah apabila nilai tes yang akan diadakan nanti menghasilkan nilai rata-rata kelas 90. • Teori yang melandasi sistem ini adalah bahwa anggota kelompok (kelas) akan memotivasi dan menolong satu sama lainnya agar keseluruhan anggota memperoleh hadiah (penguatan) yang dijanjikan • Jika kelas berhasil melakukan tugas (permintaan) dari guru dengan baik maka penguatan akan diarasakan secara adil bagi semua siswa ETIKA DALAM METODE PERILAKU • Modifikasi perilaku yang didasarkan pada sistem pengelolaan kelas dinyatakan salah penggunaannya apabila beranggapan bahwa kelas yang sunyi senyap, diam dan tenang diartikan sebagai situasi belajar yang dibutuhkan. Jadi, penggunaan sistem ini jangan mengekang kebebasan ekspresi siswa yang pada akhirnya dapat mematikan kreativitas siswa itu sendiri • Modifikasi perilaku baru dilakukan apabila upaya pencegahan yang dilakukan dalam mengelola kelas belum cukup menjadikan lingkungan kelas yang positif dan kondusif untuk belajar • Adalah tidak etis bila kita menerapkan cara-cara tersebut diatas melebihi dari yang seharusnya, demikian pula sebaliknya adalah tidak etis bila kita tidak berupaya menerapkan berbagai cara yang telah diterangkan diatas padahal kita menghadapi perilaku bermasalah yang cukup serius. Sebagai contoh, mungkin dapat dikatakan tidak etis seandainya guru langsung menghukum seorang siswa yang berperilaku menyimpang dengan cara menskorsingnya, padahal guru tersebut belum berupaya optimal menggunakan metode modifikasi perilaku positif dalam waktu yang cukup sehingga memungkinkan masalah tersebut dapat diatasi secara baik. MENCEGAH TERJADINYA PERILAKU BERMASALAH • Memahami sebab musabab perilaku bermasalah. Ketidakseimbangan dan ketidak adilan dalam penggunaan atau penerapan dari konsep penguatan dan hukuman dapat merupakan sebab musabab anak berperilaku menyimpang (bermasalah) . Di satu pihak orang yang bekerja keras tetapi hanya sedikit sekali mendapatkan penguatan, sedangkan di pihak lain orang yang melakukan perilaku tidak menyenangkan kurang mendapatkan hukuman yang setimpal. Hal ini dapat memicu perilaku bermasalah karena ada unsur ketidakadilan dalam menerapkan konsep tersebut diatas. Siswa yang gagal di sekolah memungkinkannya terjerumus kedalam kenakalan siswa di luar sekolah dan bahkan lebih jauh dari itu siswa tersebut dapat terjerembab ke lembah kriminal. • Penegakan hukum, peraturan dalam prakteknya sehari-hari. Hal ini sangat perlu dan penting dilakukan bahwa siswa yang melakukan kenakalan atau tindakan menyimpang seperti melakukan aksi coret mencoret harus dihukum atau diberikan sanksi yang setimpal dan pantas untuk dikenakan kepadanya, agar mereka menyadari bahwa perilaku yang salah akan segera diketahui akibat negatif bagi dirinya. • Menekankan pentingnya kehadiran siswa di sekolah. Ketika siswa berada di luar sekolah maka dikuatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti membuat keonaran dimuka umum (dilingkungan masyarakat) • Meningkatkan mutu pembelajaran secara terus menerus. Pembelajaran hendaknya dirancang sedemikian rupa agar siswa dapat menyenangi situasi kelas. Lingkungan belajar yang menyenangkan membuat siswa merasa betah dan kerasan untuk berada di sekolah dan termotivasi minat belajarnya. Jadi, segala komponen yang berkaitan dengan pembelajaran perlu secara cermat dan akurat diperhatikan. • Melibatkan pihak keluarga siswa. Orangtua siswa secara aktif dilibatkan atas perkembangan diri anaknya, dengan demikian tanggung jawab perilaku siswa tidak semata-mata diserahkan pada pihak sekolah • Menerapkan sanksi secara bijaksana. Hindari penggunaan hukuman yang berat seperti skorsing kecuali perilaku bermasalahnya berkategori berat, maka cara tesrebut dapat diterapkan agar efektif. Namun demikian, perilaku yang salah harus dihukum seperlunya, tidak terlalu lama, dan tidak berlebihan sesuai kadar kesalahannya. Setelah siswa menjalani hukuman guru mengupayakan kembali hak siswa seperti semula tanpa siswa merasa diasingkan, sehingga siswa merasa diterima kembali dalam lingkungannya semula. RINGKASAN: • Sistem pengelolaan kelas merupakan satu cara dalam mengoptimalkan seefektif dan seefisien mungkin segala komponen dan atau sumber yang berkaitan langsung maupun tidak langsung bagi kelancaran serta keberhasilan pelaksanaan pembelajaran di kelas • Dua komponen yang sangat penting diperhatikan dalam pengelolaan kelas yaitu guru dan pebelajar (siswa). Guru dalam menjalankan fungsinya tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi pelajaran tetapi juga dapat berfungsi selaku pengelola atau "manager" kelas. Siswa ditempatkan tidak hanya sebagai obyek yang menjadi sasaran pembelajaran tetapi juga dapat diposisikan sebagai subyek yang dinamis dan ikut dilibatkan dalam proses atau kegiatan pengelolaan kelas • Lingkungan pembelajaran, kondisi karakteristik siswa, strategi pembelajaran merupakan komponen-komponen penting yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan keluaran (ouput) belajar dan perilaku siswa dan keberhasilan pengajaran guru atau pembelajaran di kelas secara keseluruhan. • Dalam menerapkan sistem modifikasi perilaku siswa terhadap perilaku bermasalah (menyimpang) siswa berbagai analisa perilaku terapan siswa serta pendekatan penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment) dapat dilakukan oleh guru, namun tetap memperhatikan prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang telah ditentukan dalam sistem modifikasi perilaku tersebut. Sebagai contoh, penerapan hukuman hanya dilakukan dalam kondisi "terpaksa" dan seperlunya setelah berbagai upaya yang dilakukan guru belum menunjukkan hasil yang signifikan (berarti) dan efektif. • Untuk menunjang keberhasilan penerapan sistem pengelolaan kelas khususnya dalam upaya mengatasi masalah perilaku siswa, pihak sekolah (guru) perlu melibatkan pihak lingkungan rumah khususnya orangtua siswa. Berbagai cara dapat dilakukan seperti melalui penguatan yang dilakukan dari rumah (Home-Base Reinforcement), Kartu Laporan Harian/Mingguan Siswa (Student Daily Report Card) dan lain sebagainya. • Adalah lebih baik mencegah terjadinya perilaku siswa yang bermasalah atau menyimpang (tindakan preventif) dari pada menghadapinya setelah masalah itu terjadi (tindakan represif). Oleh karena itu, seorang guru yang juga sebagai "manager" kelas berupaya mengantisipasinya secara cermat melalui kegiatan analisis dan perencanaan program pembelajaran yang terpadu (integrated solution). |
Kamis, 01 Maret 2012
Tips Menyusun Tugas Akhir
Setiap mahasiswa yang menempuh dunia pendidikan pasti menginginka lulus cepat dengan nilai yang sangat bagus. Namun, realitanya tak sedikit mahasiswa yang justru terhambat saat menyelesaiakan tugas akhir sehingga kuliahnya menjadi berlarut-larut dan tidak lulus bahkan ada yang hingga harus drop out. Dalam menyikapi hal tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menempuh kuliah agar cepat lulus dan cepat menyelesaikan tugas akhirnya:
Buatlah planing masa studi
Ketika kuliah bisanya hanya mengalir begitu saja tanpa adanya planing yang jelas waktu kelulusan yang dharapakan. Walaupun hal ini kelihatannya sepele namun penting karena dengan memiliki planing yang jelas maka planing itulah yang akan mengarahkan studi kita. Buatlah planing ini seawal mungkin agar lebih mudah untuk mencapainya.
Rencanakan tugas akhir sejak awal
Ketika masuk perguruan tinggi mestinya sudah ada bayangan apa yang akan didalami dalam jurusan tersebut. Ketika sudah memiliki gambaran bidang yang akan didalami maka segeralah mencari masalah yang terkait dalam bidang tersebut. Sehingga masalah itu nantinya dapat dipecahkan dengan melakukan penelitian
saat penyusunan tugas akhir.
Jangan takut mengajukan proposal
Sebelum membuat tugas akhir biasanya didahului untuk menyusun proposal rancangan penelitian. Disinilah awal perjuangan panjang dimulai, pada saat pengajuan proposal usahakan judul sudah matang termasuk rancangan penelitian yang akan dilaksanakan. Jangan takut jika ditolak dosen, justru itu jadikan pijakan untuk terus melangkah.
Fokuskan pengerjaan
Saat pengerjaan inilaha biasanya terbengkelai karena berbagai alasan, ketika pengerjaan tugas akhir tidak fokus maka akan berpengaruh pada pengembangan konsep awal penelitian. Sesibuk apapun usahakan tugas akhir tersebut tetap ber jalan walaupun sedikit demi sedikit.
Jangan takut dengan dosen
Saat pengerjaan tugas akhir biasanya dipandu oleh beberapa dosen pembimbing. Yang sering dialami adalah takut pada dosen pembimbing karena sering dikritik mengenai tugas akhirnya. Hal ini jangan menjadika putus asa justru jadikan kritikan itu sebagai semangat untuk bisa menyusun tugas akhir dengan sebaik-baiknya. Jadikan dosen pembimbing sebagai tempat untuk berkonsultasi dan berdiskusi mengenai penelitian tersebut.
Konsultasikan jika mengalami kesulitan
Ketika mengalami kesulitan saat penelitian atau pengerjaan tugas akhir segeralah berkonsultasi dengan dosen pembimbing atau dosen lain yang faham mengenai masalah tersebut agar mendapatkan jalan keluarnya dan tidak berlarut-larut. Karena semakin berlarut-larut akan semakin menyita waktu pengerjaan tugas akhir tersebut.
Buang jauh-jauh rasa malas
Rasa malas adalah kendala terbesar saat penyusunan tugas akhir, karena rasa malas inilah banyak mahasiswa yang hancur didunia perkuliahan. Buang jauh-jauh rasa itu, karena tugas akhir tidak akan dapat selesai hanya dengan bermalsa-malasan.
Selalu berdoa
Tugas akhir adalah pintu untuk mendapatkan gelar akademis atau predikat kelulusan. Saat inilah masa terberat dalam menempuh studi. Jangan lupa berdoa pada Tuhan agar dimudahkan, diberi kelancaran saat pengerjaan tugas akhirnya dan segera dapat lulus.
Sedikit coretan dari pengalaman saya, mudah-mudahan bermanfaat dan
kita senantiasa mendapatkan kesuksesan. Amiin.
Buatlah planing masa studi
Ketika kuliah bisanya hanya mengalir begitu saja tanpa adanya planing yang jelas waktu kelulusan yang dharapakan. Walaupun hal ini kelihatannya sepele namun penting karena dengan memiliki planing yang jelas maka planing itulah yang akan mengarahkan studi kita. Buatlah planing ini seawal mungkin agar lebih mudah untuk mencapainya.
Rencanakan tugas akhir sejak awal
Ketika masuk perguruan tinggi mestinya sudah ada bayangan apa yang akan didalami dalam jurusan tersebut. Ketika sudah memiliki gambaran bidang yang akan didalami maka segeralah mencari masalah yang terkait dalam bidang tersebut. Sehingga masalah itu nantinya dapat dipecahkan dengan melakukan penelitian
saat penyusunan tugas akhir.
Jangan takut mengajukan proposal
Sebelum membuat tugas akhir biasanya didahului untuk menyusun proposal rancangan penelitian. Disinilah awal perjuangan panjang dimulai, pada saat pengajuan proposal usahakan judul sudah matang termasuk rancangan penelitian yang akan dilaksanakan. Jangan takut jika ditolak dosen, justru itu jadikan pijakan untuk terus melangkah.
Fokuskan pengerjaan
Saat pengerjaan inilaha biasanya terbengkelai karena berbagai alasan, ketika pengerjaan tugas akhir tidak fokus maka akan berpengaruh pada pengembangan konsep awal penelitian. Sesibuk apapun usahakan tugas akhir tersebut tetap ber jalan walaupun sedikit demi sedikit.
Jangan takut dengan dosen
Saat pengerjaan tugas akhir biasanya dipandu oleh beberapa dosen pembimbing. Yang sering dialami adalah takut pada dosen pembimbing karena sering dikritik mengenai tugas akhirnya. Hal ini jangan menjadika putus asa justru jadikan kritikan itu sebagai semangat untuk bisa menyusun tugas akhir dengan sebaik-baiknya. Jadikan dosen pembimbing sebagai tempat untuk berkonsultasi dan berdiskusi mengenai penelitian tersebut.
Konsultasikan jika mengalami kesulitan
Ketika mengalami kesulitan saat penelitian atau pengerjaan tugas akhir segeralah berkonsultasi dengan dosen pembimbing atau dosen lain yang faham mengenai masalah tersebut agar mendapatkan jalan keluarnya dan tidak berlarut-larut. Karena semakin berlarut-larut akan semakin menyita waktu pengerjaan tugas akhir tersebut.
Buang jauh-jauh rasa malas
Rasa malas adalah kendala terbesar saat penyusunan tugas akhir, karena rasa malas inilah banyak mahasiswa yang hancur didunia perkuliahan. Buang jauh-jauh rasa itu, karena tugas akhir tidak akan dapat selesai hanya dengan bermalsa-malasan.
Selalu berdoa
Tugas akhir adalah pintu untuk mendapatkan gelar akademis atau predikat kelulusan. Saat inilah masa terberat dalam menempuh studi. Jangan lupa berdoa pada Tuhan agar dimudahkan, diberi kelancaran saat pengerjaan tugas akhirnya dan segera dapat lulus.
Sedikit coretan dari pengalaman saya, mudah-mudahan bermanfaat dan
kita senantiasa mendapatkan kesuksesan. Amiin.
Langganan:
Postingan (Atom)



