Kategori

Senin, 18 Maret 2013

Agar Pacaran Awet

Agar Pacaran Awet

(jelajahunik) Belajar dari pengalaman dan kesalahan yang diceritain orang-orang dan sedikit dari pengalaman gue sendiri dalam mengarungi lautan asmara (ciee..ciee..ciee), gue mau bagi-bagi tips dan trik biar hubungan jadi awet tanpa formalin atau boraks.
Bersiaplah!

1. Ngutang sama pasangan

Meminjam uang dari pasangan ini emang risikonya gede, bisa-bisa kita dianggep manfaatin pasangan, trus dia minta putus. Tapi berdasarkan prinsip investasi High Risk, High Return. Makin besar risikonya, makin besar pula keuntungan yang didapat.Oke, Sebelum kalian pada cabut dari postingan ini, gue jelasin dulu deh kenapa ngutang bisa bikin hubungan awet. Kalo kita pinjem duit, pasti kecil kemungkinan pacar minta putus, soalnya dia takut kita ga ngelunasin utang. huehuehe..
Terus dia bakal lebih perhatian, bakal lebih sering nanyain kamu lagi dimana, sayang? ngecek keberadaan lo, takut kalau lo lari bawa pergi cinta dan duitnya..
See? jadi kalian sekarang punya dua ikatan, ikatan cinta dan ikatan utang-piutang.. huehuehe

2. Jangan perhatian berlebihan

Kalau pacar lo udah duluan pinjem duit sama lo, langsung aja ke bagian 3. Gila aja pacar yang ngutang sama kita, ga sering-sering di tanyain lagi dimana.. huehueheJangan perhatian berlebihan, penjelasannya..
Standar berlebihan itu, sms-an sepanjang hari, teleponan sepanjang hari, gelayutan di badan pacar sepanjang hari. Pokoknya jangan sepanjang hari deh. Selain boros banget di pulsa, kasian juga kan pacarnya nahan orang gelayutan sepanjang hari. huehuehe
Namanya juga berlebihan, banyak hal di dunia ini yang ga baik dilakukan secara berlebihan kecuali sedekah. (tumben bener).. huehuehe
Perhatian yang berlebihan itu malah bikin ga produktif (sekolah, kuliah, atau kerja). Kalau udah ga produktif, hidup bakalan jadi kacau dan hubungan kalian malah jadi beban. Biarlah pasangan berkarya.
Selain itu kalo udah keseringan bakal bosen. Cukup kasih perhatian sekadar ngingetin dan kira-kira ga perlu di bales.
Misal:
"Jangan lupa makan ya, beb" atau
"Sempak kamu udah 3 bulan ga di cuci, hari ini jadwalnya ke laundry."

3. Jangan ehem terlalu sering

Coba ngacung anak muda jaman sekarang yang pacaran ga pernah ehem! Anak muda jaman sekarang.. ckckckKenapa jangan ehem terlalu sering?
Yang pertama, karena dilarang agama. (jangan ketawa)
Yang kedua, bakalan bikin bosen, asal ketemu, ehem. Asal ketemu, ehem. Ga ada variasi kegiatan yang kalian lakuin. Buat ababil yang baru pacaran pasti bakalan bilang, ah, bodo amat, enak ini.
(Ga ada maksud nyombong) Tapi dek, Abang udah capek pacaran sana sini. Kalau pas pacaran pasti kita bosen, dan bakal nyari sensasi baru sama yang laen. Terus, ya, rasa penasarannya udah ilang juga.
Sekali lagi gue ingetin, standar keseringan itu adalah asal ketemu, ehem, asal ketemu, ehem. Kalau seminggu dua kali masih enak juga sih.. huehuehe
Ada juga beberapa tipe orang yang pacaran niatnya cuma buat ehem doang. Artinya dia ga nyari hubungan yang awet.
Kalau pacar kalian tipikal kaya gini, udah tinggalin aja.
Buat yang pacaran emang niatnya ehem doang, carilah pasangan yang tepat (orang dengan niat yang sama).. ehem ehem

4. Menikah

Emang banyak sih orang yang nikah terus (maaf) cerai. Tapi nikah emang bikin hubungan awet kok.-Yang pertama, kita udah punya ikatan tambahan (selain cinta dan utang-piutang).
-Yang kedua, udah dianggap kaya anak sendiri sama mertua (maaf buat yang engga.. huehuehe)
-Yang ketiga, bisa punya waktu lebih banyak buat saling mengerti dan sama-sama membangun banyak hal.
-Yang keempat, punya anak.
-Yang kelima, apa ya? udah ah.
Udah ya, segitu dulu, semakin banyak tulisan yang gue buat, semakin banyak dosa yang nambah, semakin ancur pula image gue.. huehueh
e

Kamis, 07 Februari 2013

ALASAN Ilmiah Mengapa Pria Tidak Boleh Memakai Emas



Emas merupakan perhiasan yang sangat digandrungi oleh semua wanita. Yang jadi menarik adalah saat ini banyak sekali lelaki yang memakai emas. Apakah diperbolehkan?. Dalam pandangan islam tentunya dilarang. Hal ini menganut hadist Nabi Muhammad SAW : " Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria".
(HR. An Nasai dan Ahmad).

Bagaimana menurut pandangan ilmiah?

Jika ditinjau dari segi ilmiah, para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika lelaki mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas (diikenal dengan sebutan "migrasi emas"). Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.

Alzheimer atau Zheimer sendiri adalah suatu penyakit di mana seorang lelaki kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Zheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.

Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas. Karena perlu dicatat bahwa wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui haid (datang bulan). Kan lucu sekali kedengarannya jika seorang lelaki mencoba datang bulan karna dirinya mengenakan emas. Merupakan satu hal yang sebenarnya mustahil.

Emas yang berbentuk serpihan dan telah dicampuri bahan-bahan yang lain juga tidak boleh. Karna masih mengandung emas. Seharusnya para lelaki sadar akan hal ini. Jika badan mereka sudah terkena dampaknya, bukan hanya mereka saja yang dirugikan tetapi orang-orang terdekatnyajuga akan merasa demikian.

Dalam hadits Rasulullah juga sudah sangat jelas melarang ini karna sesungguhnya Islam sayang dengan kita semua. Islam dengan tegas melarang kita agar kita terhindar dari penyakit tersebut. Namun kita sebagai manusia malah mengacuhkan hal tersebut. Kita lebih sukar untuk diberitahu sampai penyakit tersebut menghampiri kita. Setelah itu apa yanga kan kalian rasakan? Penyesalan, ya aku rasa demikian. Sebelum penyesalan datang, kita tak akan pernah tau apa itu hal yg berharga. Kita suka menyia-nyiakan. Padahal ini tubuh kita, kita yang merasakan.

Jadi, aku menghimbau untuk para lelaki agar jangan memakai emas lagi. Lebih baik emas tersebut diberikan kepada wanita agar mereka bahagia. Sesungguhnya membuat seseorang bahagia itu mendapat pahala loh dan yang memberi juga akan mendapat kebahagiaan sendiri dengan melihat orang lain bahagia.

Sabtu, 26 Januari 2013

Tips Tiba di Bali pada Malam Hari

Mungkin pertanyaan diatas sering terpikir bagi teman-teman yang akan datang ke Bali. Tetapi saya mempunyai beberapa tips yang dapat menolong teman-teman bila terpaksa mendarat di Bali pada larut malam.

Seiring dengan mulai bangkitnya sektor parawisata di Bali, semakin banyak turis yang datang ke Bali khususnya wisatawan domistik. Hal ini juga didukung oleh maraknya penerbangan swasta lokal yang membuka jalur Jakarta-Bali atau dari kota lainnya di Indonesia. Dari banyaknya penerbangan tersebut, beberapa maskapai menawarkan tarif yang lebih murah untuk penerbangan malam (last flight). Pesawat take off dari Jakarta sekitar pukul 20.30 dan mendarat di Bali pada pukul 23.00 (lama penerbangan 1 1/2 jam, ditambah satu jam karena waktu Bali 1 jam lebih cepat/ WITA).
Masalahnya bila anda tiba di Bali pada jam 23.00, maka akan timbul pertanyaan bagaimana saya bisa mendapatkan penginapan? terus sarana transportasi dari bandara ke penginapan apa, berapa ongkos taxi?, taxi argo atau borongan? apa supir taxi di Bali suka “ngegetok”?, apakah aman? dan banyak lagi.
Saya mempunyai beberapa tips untuk keadaan seperti di atas.

1. Waktu Bali 1 jam lebih cepat dari Jakarta atau WITA, jadi sewaktu di dalam pesawat putarlah jam tangan anda 1 jam kemuka.

2. Bila anda tiba di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Ray, anda dapat menggunakan taxi resmi bandara dengan membeli tiket taxi di counter resmi yang buka sampai pesawat terakhir malam di sebelah kanan di gerbang keluar kedatangan. Kita hanya membayar tiket taxi ke counter ini dan tidak ke sopir taxi. Tetapi anda dapat memberikan tips ke sopir taxi kemudian. Bila anda tiba di Terminal Kedatangan Internasional tidak ada counter taxi di sana, anda dapat menunggu taxi di pintu kedatangan. Bila tidak ada taxi, biasanya ada taxi “omprengan” (plat hitam) tetapi usahakan tawar ongkos taxi sesuai dengan tujuan anda. Tapi biasanya taxi omprengan ini tidak terlalu menaruh tarif tinggi. Pada Counter Taxi Resmi besar tarif sesuai dengan jauh perjalanan, untuk tujuan Kuta-Legian Rp 45.000, Jimbaran Rp. 60.000, Nusa Dua 50.000, Denpasar Rp. 65.000. Kuta adalah tempat pariwisata paling dekat dengan Bandara dengan jarak hanya 15 menit. Saran saya bila ini adalah kedatangan pertama anda ke Bali sebaiknya anda menuju ke Kuta dahulu dan mencari penginapan di sana.

4. Penginapan murah, bersih, dan aman banyak terdapat di Jalan Poppies Lane II Legian Kuta. Dari Bandara anda akan melewati Jalan Kartika Plaza, belok kiri Jalan Pantai Kuta di sisi Pantai Kuta dan Jejeran Hotel Mewah, Hard Rock Cafe, Pizza Hut, McDonnald dan belok kanan masuk ke Jalan Poppies Lane II menuju ke Jalan Legian. Di kanan kirim Poppies Lane II banyak sekali penginapan murah tapi bersih. Anda dapat berhenti di salah satu penginapan dan menanyakan apakah ada kamar kosong. Perlu diperhatikan Jalan Poppies ini hanya satu jalur dan satu arah dan taxi tidak bisa berhenti lama.

5. Saya rekomendasikan penginapan murah di Poppies Lane II: Losmen/Bungalow Cempaka I, Cempaka II, Dua Dara, Artawan, Ronta, dll. Tarif 1 kamar per malam berkisar Rp. 40-60 ribu dengan fasilitas 2 tempat tidur, fan (kipas angin), kamar mandi/WC di dalam, dan “light breakfast” di pagi hari. Saya rasa harganya sangat murah dibandingkan dengan penginapan sejenis di Jakarta atau kota lain.

6. Anda dapat langsung membayar cash ke receptionist uang kamar dan menuliskan nama sesuai KTP pada formulir yang diberikan.

7. Anda dapat bernafas lega karena “at least” anda tidak tidur di emperan malam ini. Besok paginya anda dapat melihat-lihat di sekitar Poppies untuk Penginapan yang lebih baik atau anda dapat menuju tempat lain di Bali sesuai dengan rencana liburan anda.

Fasilitas Lain di Kuta
Menurut saya tempat yang paling favorite untuk “pelabuhan pertama” di Bali adalah Kuta. Selain daerah ini terdapat Pantai Kuta yang terkenal (200 m dari Poppies Lane II), juga mempunyai fasilitas yang lengkap: Penginapan yang murah & bersih, Restorant makanan barat& lokal yang cukup terjangkau, ATM, Internet, Mini Market Circle K 24 jam, Toko pakaian & souvenir yang relatif murah asal nawar, dan banyak bule-bule (di antaranya banyak yang 1/2 bugil) berseleweran.

Keamanan
Soal keamanan, Bali dapat dikatakan relatif aman dibandingkan dengan tempat lain di Indonesia, Jarang terjadi penodongan, pencurian atau “pemalakan”. Mayoritas Masyarakat Bali adalah penganut Agama Hindu yang taat yang takut akan karma buruk. Biasanya bila terjadi kejahatan pelakunya adalah pendatang. Jadi jangan takut untuk datang ke Bali, aman kok!

Jumat, 18 Januari 2013

TERNYATA Susu Kedelai Berbahaya

Ternyata susu kedelai berbahaya dan ini adalah pernyataan langsung dari dr. Indiradewi Hestinignsih


Tahukah Anda? Susu kedelai bermanfaat jika produk kedelai telah terfermentasi. Namun "tidak" bermanfaat jika produk tersebut adalah non-fermentasi.

The Cancer Council of New South Wales, Australia telah memperingatkan penderita kanker untuk menghindari makanan yang berbahan dasar kedelai. Peringatan tersebut dilatarbelakangi oleh karena kedelai non-fermentasi akan mempercepat pertumbuhan kanker.

Produk kedelai terbagi menjadi 2 jenis, yakni produk yang terfermentasi adalah tempe, kecap, miso, natto dan kecambah kedelai. Dilain sisi terdapat produk NON-FERMENTASI seperti misalnya tahu dan susu kedelai, dan lainnya.


dr. Indiradewi Hestinignsih

Pada produk kacang kedelai yang non-fermentasi terdapat kandungan zat yang diyakini membawa dampak buruk dan perlu diperhatikan, diantaranya seperti:

A) Goitrogen - komponen yang mengganggu fungsi tiroid, dapat menyebabkan hypotiroid dan juga beresiko menyebabkan kanker tiroid. Untuk terjadi kanker, tergantung banyaknya dan usia. Berdasarkan Soy Online Service, bayi seharusnya tidak mengonsumsi kedelai sama sekali. Bagi orang dewasa, hanya dengan 30 mg isoflavone (termasuk komponen goitrogen) per hari cukup mengganggu fungsi tiroid. Takaran isoflavon yang perlu diwaspadai ini ada pada 5-8 ons susu kedelai.

Kanker Tiroid


B) Asam Phytic - Kedelai mengandung asam Phytic, yaitu asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium, tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan. Seng dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi otak serta sistem syaraf. Juga berperan penting dalam mengendalikan mekanisme kadar gula darah sehingga melindungi dari diabetes serta menjaga kesuburan.

Pada proses fermentasi kandungan asam phytic ini jauh berkurang sampai pada level aman untuk segala umur.

Gangguan penyerapan mineral dalam saluran pencernaan

C) Penghambat Trypsin - mengurangi kemampuan untuk mencerna protein. Pemberian produk kedelai yang non-fermentasi pada bayi dan anak secara teratur akan mengganggu pertumbuhannya. Kacang-kacangan lain yang memiliki kandungan penghambat trypsin yang tinggi adalah kacang lima.

D) Nitrat - bersifat karsinogen (penyebab kanker), terbentuk pada saat pengeringan, dan zat beracun lysinoalanin terbentuk selama proses alkalin. Berbagai macam zat aditif buatan, terutama MSG (zat aditif yang merusak sel syaraf) telah ditambahkan pada produk kedelai untuk menyamarkan "aroma kacang"nya yang kuat dan memberikan rasa mirip daging.


E) Phytoestrogen - Biasanya dipakai untuk membantu mengurangi efek produksi estrogen yang rendah dalam tubuh,kini ditemukan sebagai faktor penyebab kanker payudara dan leukemia pada anak.

Gangguan pertumbuhan

F) Aluminum - Dari beberapa penelitian telah diketahui adanya hubungan antara keberadaan aluminium dengan penyakit Alzheimer. Tapi tahukah Anda bahwa susu kedelai mengandung aluminium 11 kali (1100 persen) lebih banyak dibandingkan susu formula biasa?!

Sel Kanker

G) Mangan - Produk formula kedelai memiliki kandungan mangan berlebih bagi tubuh kita. Mangan dalam tingkat kecil sangat kita butuhkan untuk membantu sel tubuh kita mengumpulkan energi. Tapi jika berlebih, mangan bisa menyebabkan kerusakan otak seperti pada penyakit Parkinson. Tingkat kandungan mangan di tiap susu bayi berbeda-beda, yaitu:

ASI mengandung 4-6 mcg/L.
Susu formula bayi biasa (dari sapi) mengandung 30-50 mcg/L.
Susu formula kedelai mengandung 200-300 mcg/L!!!
H) Terlalu Banyak Omega-6. Produk kedelai non-fermentasi mengandung kandungan Omega-6 yang lebih banyak dibandingkan Omega-3. Ketidakseimbangan rasio antara Omega-3 dengan Omega-6 akan membuat kita rentan terkena penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, arthritis, asma, hiperaktif, dan depresi.

Dampak Bagi Anak Laki-Laki
"Pubertas dini (yang disebabkan oleh produk kedelai) bisa meningkatkan resiko anak laki-laki menderita kanker testicular di saat menjelang dewasa, karena telah terpapar berbagai hormone seks terus menerus," ujar Marcia Herman-Giddens , peneliti dari University of North Carolina.

Kandungan berlebih isoflavon memiliki sifat feminisasi, yang akan MENGAKIBATKAN UKURAN KELAMIN BAYI LAKI-LAKI JADI LEBIH KECIL DAN KECENDERUNGAN GENETIKA YANG MENGARAH KE HOMOSEKSUALITAS. Beberapa ahli mempersalahkan pengkonsumsian susu formula bayi sebagai salah satu faktor kecenderungan genetika anak laki-laki menjadi seperti perempuan.

Dampak Bagi Anak Perempuan
Produk formula kedelai mengandung tingkat hormon sebanyak 240 kali lebih tinggi dibandingkan ASI! Anak-anak perempuan yang memasuki masa pubertas akan beresiko besar menderita kanker payudara dan juga kista rahim jika mengalami gangguan tiroid karena rutin mengonsumsi produk kedelai non-fermentasi.

Dampak Bagi Wanita Muda
Disamping itu juga didapati bahwa dua gelas susu kedelai sehari dalam satu bulan penuh, mengandung cukup komponen kimiawi yang dapat mengganggu siklus menstruasi wanita. Para wanita yang memakai pil-pil kontrasepsi lebih sering mudah marah-marah seiring adanya gangguan hormonal. Hanya dengan 100 gr dari produk kedelai, mengandung komponen estrogenik yang sama dengan satu pil kontrasepsi.

Dampak Bagi Pria Dewasa
phytoestrogen kedelai menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan hormone testoteron (hormone pria). Penelitian terhadap pejantan hewan-hewan juga telah banyak dilakukan, baik dari belalang sampai dengan cheetah. Dari penelitian-penelitian tersebut didapati bahwa kedelai mengakibatkan para pejantan ini kurang percaya diri, kurang agresif, hasrat seksual menurun, dan jumlah sperma pun berkurang. Dampaknya pada manusia terlihat lebih lambat daripada pada hewan. Tapi tetap saja berdampak negatif jika kedelai secara rutin diberikan pada pria

Senin, 02 April 2012

Kata-Kata Bijak Bill Gates



www.foto-menarik.blogspot.com - Kata-Kata Bijak Bill Gates

Dalam Menjalani kehidupan Kata-kata Bijak Bill Gates ini akan menjadi dukungan untuk kita. Dukungan dari dalam diri kita memiliki peranan sangat penting. wahw33d pagi ini mau bagi-bagi Kata-kata bijakbill gates. Siapa tidak kenal Bill Gates? Pendiri perusahaan software raksasa Microsoft ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Dia juga dikenal sebagai dermawan yang banyak sekali menyumbangkan uang bagi aktivitas kemanusiaan melalui yayasan Bill & Melinda Gates Foundation.

Dalam beberapa kesempatan, drop out dari Universitas Harvard ini mengemukakan beberapa quote yang mungkin bisa menginspirasi. Berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber:

- Saya sungguh memiliki banyak impian ketika masih kecil dan saya pikir hal itu tumbuh dari fakta bahwa saya punya kesempatan untuk banyak membaca.

- Saya gagal dalam beberapa subyek saat ujian, namun teman saya lulus semuanya. Sekarang dia bekerja sebagai seorang insinyur diMicrosoft dan saya adalah pemilik Microsoft.

- Jika Anda tidak bisa membuatnya dengan baik, setidaknya buatlah terlihat baik.

- Tidak masalah untuk merayakan kesuksesan, namun lebih penting untuk memperhatikan pelajaran dari kegagalan.

- Berlakulah baik kepada para nerds. Ada kemungkinan Anda akan bekerja untuk salah satu dari mereka.

- Dalam bisnis ini, saat Anda menyadari sedang berada dalam masalah, sudah terlambat untuk menyelamatkan diri. Kecuali Anda ketakutan setiap saat, Anda musnah.

- Teknologi hanyalah alat. Untuk membuat anak-anak bekerja sama dan memotivasi mereka, guru adalah yang paling penting.

- Jika Anda pikir guru Anda adalah orang yang keras, tunggulah sampai Anda memiliki bos.

- Televisi bukanlah kehidupan yang nyata. Di kehidupan sebenarnya, orang-orang harus meninggalkan warung kopi dan pergi bekerja.

- Jangan merengek-rengek tentang kesalahan Anda, belajarlah dari kesalahan itu.

- Saya yakin jika Anda menunjukkan orang permasalahannya dan menunjukkan pada mereka solusi, mereka akan bergerak untuk beraksi.

- Saya mengambil langkah raksasa dan segera. Jika Anda berada di tempat dan waktu yang tepat dan memiliki visi ke mana teknologi baru akan menuju namun Anda tidak beraksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses.

Selasa, 06 Maret 2012

Pengelolaan Kelas: Mengatasi Perilaku Menyimpang

Ditulis oleh Khalid Maulana Sibarani  
Rabu, 12 Oktober 2011 07:55
MENGATASI PERILAKU PEBELAJAR YANG MENYIMPANG (BERMASALAH) Prinsip dasar dari teori belajar perilaku menunjukkan bahwa perilaku pebelajar yang bermasalah (menyimpang) di dalam kelas perlu diatasi melalui penggunaan berbagai penguatan (reinforcer). Dalam hal ini kita harus dapat menerapkan bentuk penguatan yang sesuai dengan jenis perilaku menyimpang dari siswa itu sendiri. Bentuk penguatan yang umum terjadi di dalam kelas adalah berupa perhatian, yang berasal dari pihak guru dan atau sesama pebelajar (peer group).
Paling tidak ada 3 macam penguatan sekaligus persoalan yang kalau tidak diperhatikan atau digunakan dengan baik dapat mempengaruhi dan menyebabkan pebelajar berperilaku menyimpang di dalam kelas. Pertama adalah keinginan siswa untuk memperoleh perhatian dari guru (teacher's attention), kedua ialah untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan dari rekannya sesama siswa/pebelajar (peers' attention) , sedangkan yang ketiga merupakan upaya menghindar dan mencegah dari situasi kelas yang membosankan, monoton, kelelahan, atau jenis situasi lainnya yang kurang menyenangkan (release from unpleasant activities).
(1) Perhatian guru (teacher's attention)
• Terkadang siswa berperilaku menyimpang oleh karena ia ingin mendapat perhatian dari gurunya
• Berikan perhatian kepada siswa yang mengerjakan tugas atau berperilaku dengan baik, sedangkan bila berperilaku sebaliknya abaikan atau jangan memperhatikan siswa yang melakukan perbuatan tersebut
• Bila dengan cara mengabaikan siswa masih belum (kurang) berhasil, maka lakukan "time-out" (menyuruh siswa berdiri di pojok kelas atau di kantor kepala sekolah).

(2) Perhatian siswa (peers' attention)
• Dorongan/dukungan atau motivasi dari rekan-rekannya dapat membuat siswa berperilaku menyimpang
• Perbuatan siswa tersebut jangan diabaikan/dibiarkan karena akan dapat mempengaruhi siswa lainnya
• Setidaknya ada 2 cara dalam menghadapi siswa yang berperilaku karena dukungan dari rekannya, yakni dengan memindahkan posisi/tempat duduk siswa tersebut dari yang lainnya, sedangkan yang kedua adalah dengan menerapkan strategi "group contigencies" yaitu dengan cara menawarkan atau memberikan hadiah/keuntungan (reward) yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelas berdasarkan sikap atau perilaku siswa yang diinginkan oleh guru. Bila seorang siswa saja melakukan kekeliruan maka dampaknya seluruh kelas tidak akan memperoleh hadiah tersebut. Misalnya, seluruh siswa akan memperoleh tambahan waktu istirahat 5 menit apabila tidak ada seorang siswa pun yang berbuat kesalahan di dalam kelas.
(3) Menghindari situasi tidak menyenangkan
• Siswa yang merasa bosan, jenuh, lelah di dalam kelas dapat mendorongnya berperilaku menyimpang
• Cara mengatasi masalah ini diantaranya memperbaiki strategi pembelajaran di kelas, misalnya dengan menggunakan metode belajar bersama (cooperative learning) yang membuat siswa terlibat secara aktif, langsung, dan dinamis dalam belajar.
• Gunakan pula penghargaan dan atau hadiah-hadiah ringan misalnya dengan memberikan pujian bagi siswa yang melakukan/menanggapi tugas dengan baik. Akan teapi cara ini kurang efektif bila diterapkan bagi siswa yang tingkat pencapaian tugasnya renda (low-achieving student), pada kasus ini guru perlu memberikan bimbingan khusus.

PRINSIP-PRINSIP MODIFIKASI PERILAKU
Modifikasi perilaku sejalan dengan strategi "group contingency" yang merupakan suatu strategi memodifikasi atau merubah perilaku siswa dari yang kurang baik menjadi lebih baik.
Sekurang-kurang terdapat tiga indikasi diperlukannya menerapkan strategi modifikasi perilaku atau "group contigency" yaitu: bila dalam satu kelas masih terdapat beberapa siswa yang berperilaku menyimpang, kedua ketika perilaku menyimpang tersebut mendapat dukungan dari rekan-rekannya, serta apabila di dalam kelas terdapat banyak siswa yang rendah motivasinya maupun dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menerapkan strategi ini adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi sasaran perilaku (yang menyimpang) dan identifikasi bentuk penguatan.
Pada langkah ini guru perlu mengidentifikasi asal mula jenis-jenis perilaku menyimpang dan melihat kemungkinan menerapkan bentuk-bentuk penguatan dalam mengatasi perilaku tersebut. Misal, bila siswa menunjukkan kebolehannya bermain akrobat (sirkus) di dalam kelas, maka dapat disimpulkan bahwa perilakunya itu memperoleh dukungan dan rekan-rekannya. Sedangkan seandainya seorang siswa keluar kelas tanpa permisi atau sering menolak tugas tanpa terlebih dahulu berupaya untuk melakukannya, maka perilaku ini mengindikasikan siswa memerlukan lebih banyak perhatian guru.

2. Menetapkan batasan dari perilaku menyimpang tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari frekuensi perilaku menyimpang yang dilakukan siswa, misal berapa kali seorang siswa keluar ruangan tanpa permisi atau bila satu jenis perilaku siswa mengganggu rekan lainnya, maka perlu ditetapkan bentuk perilaku apa yang mengganggu tersebut (apakah berbisik-bisik, mengambil barang milik rekannya atau melakukan interupsi/menyela pembicaraan).

3. Menentukan bentuk penguatan (reinforcer) dan kriteria pelaksanaan penguatan (reinforcement).
Bentuk penguatan haruslah konsisten diberikan terhadap perilaku siswa yang baik (sesuai harapan) pada saat permulaan dari program modifikasi perilaku ini. Kemudian pemberian penguatan itu dikurangi secara bertahap tatkala perkembangan perilakunya sudah dapat dinilai meningkat lebih baik. Dalam program modifikasi perilaku ini hukuman (punishment) sedapat mungkin dihindari, karena hanya membuat situasi menjadi tidak kondusif bagi tercapainya suasana kelas yang menyenangkan. Hukuman hanya dilakukan dalam kondisi terpaksa dan tak ada jalan lain lagi untuk mengatasi masalah perilaku tersebut.

4. Menentukan bentuk hukuman dan kriteria pelaksanaan hukuman, bila diperlukan.
Apabila masalah perilaku siswa cukup serius/berat, sedangkan program penguatan yang telah dirancang sedemikian rupa masih belum efektif, maka tidak ada jalan lain dalam mengatasinya kecuali menerapkan bentuk hukuman (punishment). Bentuk hukuman merupakan stimulus yang tidak menyenangkan yang setiap individu berusaha untuk menghindarinya. Namun demikian agar pelaksanaan hukuman berjalan efektif dan cukup manusiawi maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1)Gunakan hukuman secara ketat/terbatas dan seperlunya (tidak royal),(2) Jelaskan kepada siswa kenapa ia memperoleh hukuman seperti itu, (3) Sediakan pula jalan alternatif bagi siswa dalam memperoleh penguatan (untuk menjauhi hukuman),(4) Berikan penguatan dan hukuman secara proporsional, misal beri hukuman ketika siswa tidak menyelesaikan tugas sementara itu beri penguatan ketika siswa berhasil melaksanakan tugasnya, (5) Hindari bentuk-bentuk hukuman fisik,(6) Sesegeralah memebrikan hukuman sewaktu perilaku menyimpang tersebut mulai terjadi, jangan dibiarkan terlalu lama baru diberikan hukuman

5. Mengamati perilaku yang terjadi selama kegiatan implementasi strategi modifikasi perilaku dan membandingkannya dengan batasan perilaku menyimpang yang telah ditetapkan.
Pada langkah ini perlu kiranya mengukur efektivitas dari program modifikasi ini. Biasanya program ini dapat membuahkan hasil yang baik setelah beberapa hari dilakukan. Apabila setelah seminggu belum juga menunjukkan hasil positif, maka perlu dipertimbangkan cara/sistem atau bentuk penguatan lainnya.

6. Tatkala program modifikasi perilaku laku ini berjalan dengan baik, maka kurangi sedikit demi sedikit frekuensi/aktivitas pelaksanaan penguatan. Sekali program modifikasi dilaksanakan dan perilaku para siswa meningkat dengan baik serta stabil pada tingkat tertentu, frekuensi pemberian penguatan pun bisa mulai dikurangi.
Awalnya, penguatan diberikan pada setiap kasus (kejadian), kemudian seiring dengan berjalannya waktu penguatan diberikan lagi terhadap kasus lainnya. Setelah itu penguatan diberikan setiap terjadi beberapa kasus. Dengan mengurangi penguatan memungkinkan perilaku baru yang telah terbentuk tersebut dapat berlangsung lama dan bisa memperluas perilakunya itu dalam situasi (setting) yang berlainan.
PROGRAM ANALISA PERILAKU TERAPAN
Paling sedikit ada 4 program dalam menganalisa perilaku terapan siswa yang merupakan bentuk perhatian dan pelayanan guru terhadap para siswa secara individual/perseorangan. Keempat program yang dapat diterapkan tersebut adalah sebagai berikut:
(a) Home-Based Reinforcement ( Penguatan Berasal Dari Rumah)
• Guru memberikan setiap siswa lembaran laporan harian atau mingguan yang dibawa pulang kerumah masing-masing siswa. Kemudian orangtua siswa diminta untuk memberikan penguatan (perhatian dan hak atau hadiah khusus) kepada anaknya berdasarkan laporan perkembangan siswa yang diberikan oleh gurunya tersebut.
• Keuntungan diterapkannya cara ini diantaranya orangtua dapat memberikan lebih banyak perhatian dan pengawasan terhadap siswa (anaknya) dibandingkan dengan yang dapat sekolah berikan. Misalnya, orangtua tentunya lebih mudah mengendalikan waktu anaknya dalam menonton televisi, berpergian dan sebagainya setelah mempelajari isi laporan guru. Orangtua lebih tahu hal apa saja yang disukai anaknya dan oleh karena itu orangtua bisa lebih lengkap dalam memberikan hak-hak khusus bagi anaknya ketimbang sekolah. Keuntungan kedua adalah cara ini menjadikan orangtua dapat mengetahui sisi-sisi baik dari anaknya. Biasanya orangtua dipanggil sekolah bila anaknya melakukan perbuatan salah saja. Hal ini sangat buruk bagi hubungan antara orangtua dan sekolah yang hanya mengungkapkan kelemahan serta menyalahkan semata-mata. Keuntungan yang ketiga ialah "home-based reinforcement" cukup mudah administrasinya sehingga dapat digunakan bagi pihak-pihak yang membutuhkan dan akan berhubungan dengan siswa yang bersangkutan misal rekan guru lainnya.

(b) Kartu Laporan Harian Siswa
• Guru membuat laporan harian siswa yang berisi penilaian guru terhadap perilaku dan penyelesaian tugas-tugas sekolah setiap anak per-harinya
• Guru menetapkan batasan dari penilaian (skor) yang diinginkan dari keseluruhan obyek yang dinilai (perilaku dan penyelesaian tugas-tugas sekolah)
• Apabila siswa berhasil menepati atau bahkan melampui skor minimum maka orangtuanya diminta untuk memberikan hadiah khusus, jadi setiap keberhasilan yang dicapainya akan memperoleh penguatan dari ayahnya.
(c) Whole-Class Token Reinforcement (Pemberian Poin Penguatan Bagi Seluruh Kelas)
• Guru menyediakan poin-poin bagi siswa yang menyelesaikan tugas dan berperilaku yang diharapkan, misalnya siswa selalu berada ditempat, meja siswa bersih, memperhatikan guru atau menghadap kedepan kelas. Poin-poin tersebut kemudian pada akhir pembelajaran dikumpulkan dan ditukar dalam bentuk barang seperti permen, buku komik, gambar-gambar yang menarik dan sebagainya yang diberikan kepada siswa yang telah mengumpulkan sejumlah poin-poin tertentu.
• Poin-poin yang dikumpulkan dapat pula ditukar dalam bentuk lainnya seperti diberikannya ekstra waktu istirahat, diberikan kesempatan menonton bioskop, meniadakan nilai tes yang rendah dan lainnya
• Penelitian menunjukkan bahwa sistem ini meningkatkan waktu penyelesaian tugas siswa dari keseluruhan kelas rata-rata 39% menjadi 83%
• Dengan demikian poin-poin ini ditujukan tidak semata-mata pada perubahan perilaku saja melainkan juga penyelesaian tugas-tugas secara akurat
(d) Group Contingency Programs (Program Perencanaan Penguatan bagi Seluruh Siswa)
• Sistem pemberian penguatan pada program ini didasarkan pada perilaku anggota kelas yang berdampak bagi pemberian penguatan bagi seluruh kelas. Misal guru mengatakan ..."kita akan segera istirahat asalkan seluruh siswa telah menyelesaikan tugasnya dan dalam situasi tenang (tidak ribut)" atau guru menjanjikan tidak akan memberikan pekerjaan rumah apabila nilai tes yang akan diadakan nanti menghasilkan nilai rata-rata kelas 90.
• Teori yang melandasi sistem ini adalah bahwa anggota kelompok (kelas) akan memotivasi dan menolong satu sama lainnya agar keseluruhan anggota memperoleh hadiah (penguatan) yang dijanjikan
• Jika kelas berhasil melakukan tugas (permintaan) dari guru dengan baik maka penguatan akan diarasakan secara adil bagi semua siswa

ETIKA DALAM METODE PERILAKU
• Modifikasi perilaku yang didasarkan pada sistem pengelolaan kelas dinyatakan salah penggunaannya apabila beranggapan bahwa kelas yang sunyi senyap, diam dan tenang diartikan sebagai situasi belajar yang dibutuhkan. Jadi, penggunaan sistem ini jangan mengekang kebebasan ekspresi siswa yang pada akhirnya dapat mematikan kreativitas siswa itu sendiri
• Modifikasi perilaku baru dilakukan apabila upaya pencegahan yang dilakukan dalam mengelola kelas belum cukup menjadikan lingkungan kelas yang positif dan kondusif untuk belajar
• Adalah tidak etis bila kita menerapkan cara-cara tersebut diatas melebihi dari yang seharusnya, demikian pula sebaliknya adalah tidak etis bila kita tidak berupaya menerapkan berbagai cara yang telah diterangkan diatas padahal kita menghadapi perilaku bermasalah yang cukup serius. Sebagai contoh, mungkin dapat dikatakan tidak etis seandainya guru langsung menghukum seorang siswa yang berperilaku menyimpang dengan cara menskorsingnya, padahal guru tersebut belum berupaya optimal menggunakan metode modifikasi perilaku positif dalam waktu yang cukup sehingga memungkinkan masalah tersebut dapat diatasi secara baik.

MENCEGAH TERJADINYA PERILAKU BERMASALAH
• Memahami sebab musabab perilaku bermasalah. Ketidakseimbangan dan ketidak adilan dalam penggunaan atau penerapan dari konsep penguatan dan hukuman dapat merupakan sebab musabab anak berperilaku menyimpang (bermasalah) . Di satu pihak orang yang bekerja keras tetapi hanya sedikit sekali mendapatkan penguatan, sedangkan di pihak lain orang yang melakukan perilaku tidak menyenangkan kurang mendapatkan hukuman yang setimpal. Hal ini dapat memicu perilaku bermasalah karena ada unsur ketidakadilan dalam menerapkan konsep tersebut diatas. Siswa yang gagal di sekolah memungkinkannya terjerumus kedalam kenakalan siswa di luar sekolah dan bahkan lebih jauh dari itu siswa tersebut dapat terjerembab ke lembah kriminal.
• Penegakan hukum, peraturan dalam prakteknya sehari-hari. Hal ini sangat perlu dan penting dilakukan bahwa siswa yang melakukan kenakalan atau tindakan menyimpang seperti melakukan aksi coret mencoret harus dihukum atau diberikan sanksi yang setimpal dan pantas untuk dikenakan kepadanya, agar mereka menyadari bahwa perilaku yang salah akan segera diketahui akibat negatif bagi dirinya.
• Menekankan pentingnya kehadiran siswa di sekolah. Ketika siswa berada di luar sekolah maka dikuatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti membuat keonaran dimuka umum (dilingkungan masyarakat)
• Meningkatkan mutu pembelajaran secara terus menerus. Pembelajaran hendaknya dirancang sedemikian rupa agar siswa dapat menyenangi situasi kelas. Lingkungan belajar yang menyenangkan membuat siswa merasa betah dan kerasan untuk berada di sekolah dan termotivasi minat belajarnya. Jadi, segala komponen yang berkaitan dengan pembelajaran perlu secara cermat dan akurat diperhatikan.
• Melibatkan pihak keluarga siswa. Orangtua siswa secara aktif dilibatkan atas perkembangan diri anaknya, dengan demikian tanggung jawab perilaku siswa tidak semata-mata diserahkan pada pihak sekolah
• Menerapkan sanksi secara bijaksana. Hindari penggunaan hukuman yang berat seperti skorsing kecuali perilaku bermasalahnya berkategori berat, maka cara tesrebut dapat diterapkan agar efektif. Namun demikian, perilaku yang salah harus dihukum seperlunya, tidak terlalu lama, dan tidak berlebihan sesuai kadar kesalahannya. Setelah siswa menjalani hukuman guru mengupayakan kembali hak siswa seperti semula tanpa siswa merasa diasingkan, sehingga siswa merasa diterima kembali dalam lingkungannya semula.

RINGKASAN:
• Sistem pengelolaan kelas merupakan satu cara dalam mengoptimalkan seefektif dan seefisien mungkin segala komponen dan atau sumber yang berkaitan langsung maupun tidak langsung bagi kelancaran serta keberhasilan pelaksanaan pembelajaran di kelas

• Dua komponen yang sangat penting diperhatikan dalam pengelolaan kelas yaitu guru dan pebelajar (siswa). Guru dalam menjalankan fungsinya tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi pelajaran tetapi juga dapat berfungsi selaku pengelola atau "manager" kelas. Siswa ditempatkan tidak hanya sebagai obyek yang menjadi sasaran pembelajaran tetapi juga dapat diposisikan sebagai subyek yang dinamis dan ikut dilibatkan dalam proses atau kegiatan pengelolaan kelas

• Lingkungan pembelajaran, kondisi karakteristik siswa, strategi pembelajaran merupakan komponen-komponen penting yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan keluaran (ouput) belajar dan perilaku siswa dan keberhasilan pengajaran guru atau pembelajaran di kelas secara keseluruhan.

• Dalam menerapkan sistem modifikasi perilaku siswa terhadap perilaku bermasalah (menyimpang) siswa berbagai analisa perilaku terapan siswa serta pendekatan penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment) dapat dilakukan oleh guru, namun tetap memperhatikan prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang telah ditentukan dalam sistem modifikasi perilaku tersebut. Sebagai contoh, penerapan hukuman hanya dilakukan dalam kondisi "terpaksa" dan seperlunya setelah berbagai upaya yang dilakukan guru belum menunjukkan hasil yang signifikan (berarti) dan efektif.

• Untuk menunjang keberhasilan penerapan sistem pengelolaan kelas khususnya dalam upaya mengatasi masalah perilaku siswa, pihak sekolah (guru) perlu melibatkan pihak lingkungan rumah khususnya orangtua siswa. Berbagai cara dapat dilakukan seperti melalui penguatan yang dilakukan dari rumah (Home-Base Reinforcement), Kartu Laporan Harian/Mingguan Siswa (Student Daily Report Card) dan lain sebagainya.

• Adalah lebih baik mencegah terjadinya perilaku siswa yang bermasalah atau menyimpang (tindakan preventif) dari pada menghadapinya setelah masalah itu terjadi (tindakan represif). Oleh karena itu, seorang guru yang juga sebagai "manager" kelas berupaya mengantisipasinya secara cermat melalui kegiatan analisis dan perencanaan program pembelajaran yang terpadu (integrated solution).