Kategori

Jumat, 23 Februari 2018

Lana Musical


KABAR GEMBIRA
24 OKTOBER NANTI SAYA AKAN MELUNCURKAN KONTEN YOUTUBE  
"LANA MUSICAL" 


Konten ini Menyajikan Musik Full Karaoke. Music dalam video ini bukan versi asli, hanya sebagai cover saja dari musik aslinya. tujuan membuat musik ini hanya untuk membantu para penonton youtube yang ingin bernyanyi tetapi ingin diiringi musik tanpa vokal. Musik ini di buat atau di program dengan alat musik Kyboard Technics Kn 7000.

Mohon Maaf atas kekurangan dari video kami dan kami terus berusaha membuat video terlihat bagus.


Bantu Kami Dengan Cara Subscribe, Like, Comment Serta Share Ke Media Sosial Kalian.


Senin, 19 Februari 2018

”Pesan Ibu ke anak untuk seorang Ayah”


Anakku..
Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu …
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu …

Nak..
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya …
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…
Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu…

Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..
Ibu hanya ingin kau tahu nak..
bahwa…
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta ibu..
Anakku…
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi ayahmu.

THANKS DAD

Rabu, 14 Februari 2018

MALL YANG ADA DI SAMARINDA


1. Mall Mesra Indah

Ini adalah mall pertama yang ada di kota Samarinda. Keberadaannya sudah menjadi legenda bagi penduduk kota Samarinda, terutama yang besar di era tahun 90an pastinya menjadikan mall ini sebagai favoritnya. Di zaman sekarang ini mall ini masih tetap eksis dan memiliki penggemarnya sendiri. Bagi yang ingin mengunjungi mall ini bisa ke alamat berikut ini : JL KH. A. Khalid, No. 42/D-3, Indonesia +62 541 735030. Mall ini terdiri dari 4 lantai dengan fasilitas eskalator naik dan untuk turun menggunakan tangga manual. Adapun kelengkapannya adalah pusat perbelanjaan modern, permainan dan juga tempat makan.


















2. Mall Lembuswana

Merupakan mall kedua di kota Samarinda yang dibuka pada tahun 1998. Mall ini terdiri dari 5 lantai, dan dikelilingi beberapa kompleks bangunan yang ada di dalam area mall. Mall ini termasuk lengkap untuk memenuhi hasrat belanja kamu. Karena terdapat pusat perbelanjaan yang sudah cukup modern, tempat makan dengan skala internasional dan tempat bermain anak-anak. Bagi kamu yang hanya ingin sekedar duduk-duduk santai sambil menikmati sajian minuman dingin juga dapat dinikmati disini. Kelebihan mall ini memiliki areal parkir yang cukup luas, jadi kamu tidak akan khawatir tidak kebagian tempat parkir. Untuk kamu yang mau kesini silahkan datang ke alamat ini : 
Jl. S Parman, Komplek Mall Lembuswana

 
















3. Samarinda Central Plaza

Mall ini berdiri pada tahun 2001 dan merupakan mall pertama yang memiliki hiburan bioskop. Mall yang memiliki 5 lantai ini didukung dengan berbagai macam tenant baik dari nasional maupun internasional. Desain bangunan mall ini hanya terdiri dari 1 gedung dengan tempat parkir bertingkat yang menjadi satu dengan bangunan mall. Selain itu juga terhubung dengan salah satu hotel kelas internasional. Kalau kamu penasaran silahkan cek lokasinya di Jl.Pulau Irian, Samarinda.



















4. Plaza Mulia

Bertempat di lahan bekas Bioskop Parahyangan gedung pusat belanja ini dibangun menghadap ke Jalan Bhayangkara dan membelakangi Jalan Balaikota. Gedung ini mulai dibangun pada 2007.Pembukaan awal (soft opening) dilakukan pada tanggal 10 September 2009,dengan beroperasinya beberapa penyewa awal seperti Hypermart di lantai bawah.Pembukaan utama (grand opening) dilakukan oleh gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak pada 3 Mei 2010. Direncanakan bulan Juli 2011 di mal ini akan dibangun sebuah hotel berbintang lima, dengan nama Hotel Selyca. Lokasi Jalan Bhayangkara No 58, Kalimantan Timur 75242, Indonesia



 














5. Samarinda Square

Samarinda Square (SS), mal kelima di Samarinda dan telah dibuka pada 12 Agustus 2010. Mal ini berlokasi di Jl.Muhammad Yamin, Gunung Kelua. Mall ini terdiri dari 3 lantai, terdapat Ramayana Dept. Store, Robinson, Solaria, Texas Chicken, Es Teler 77 ,Shoes Mart dan Cinema XXI.


















6. Big Mall

Mall yang memiliki desain futuristik ini pertama kali dibangun pada tahun 2011 dan mulai di launching pada akhir tahun 2013. Merupakan mall terbesar yang ada di kota Samarinda, mall ini mamiliki fasilitas terlengkap mulai dari pusat perbelanjaan, toko buku, permainan anak-anak, tempat makan dan cafe termasuk juga bioskop. Kalau penasaran berikut ini alamatnya Jl. Untung Suropati No. 8. Sungai Kunjang – Big Mall Samarinda.



 


















Diantara ke 6 mall tersebut manakah yang menjadi favorit kamu? Silahkan beri tahu melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih sudah mau membaca tulisan sederhana saya ini. Baca juga artikel lainnya yang mungkin bisa bermanfaat buat kamu.

Minggu, 11 Februari 2018

12 UNGKAPAN KHAS ORANG SAMARINDA

  1. Uma’ ai…
uma

Uma’ ai…” bisa digunakan untuk mengekspresikan beberapa kondisi. Bisa berupa kekaguman, menyayangkan, atau menunjukkan respons atas sesuatu yang terkesan berlebihan. Oleh karena itu, istilah ini barangkali bisa disepadankan dengan celetukan “wuidih…” dalam tuturan bahasa Indonesia populer.

 Contoh: “Uma’ ai… pina harat banar.” (wuidih… sok banget sih.)


  1. Apa pang lagi/Bujur-bujur

apa
Nah, kalo frasa ini mungkin bisa diartikan sebagai tanda setuju atau pembenaran dengan penekanan khusus. Semacam mengiyakan pernyataan lawan bicara kamu, seperti yang pernah dijadikan contoh dalam artikel sebelumnya. Kurang lebih serupa dengan celetukan khas Betawi “bener-bener deh…” Meskipun juga bisa disandingkan dengan ungkapan “bujur-bujur.

Contoh: “Memang inya tuh harat, apa pang lagi.” (memang gitu banget dianya.)

  1. Maapkan ai…
maap
Frasa yang satu ini, relatif mudah dipadankan dengan ungkapan “ya maaf…” dalam bahasa Indonesia populer, dan kerap kita temui sebagai bentuk dialog lazim di sinetron, skrip film, dan sejenisnya.

Contoh: “Maapkan ai… ngarannya jua urang sugih.” (ya maaf, namanya juga orang kaya.)

  1. Mauk banar!/Mambari muar
mauk
Ungkapan ini diutarakan dalam mengekspresikan kekesalan, semacam kayak “ah ribet”, “ah muak”, “ah bete…” Ya pokoknya kalo kita lagi KZL gitu.

Contoh: “Bah ikam tuh, mauk banar!” (ah kamu itu, ribet!)

  1. Tau ai…
tau
Kalo frasa yang satu ini bisa disamakan dengan “udah tau kali…” dalam bahasa Indonesia populer.

Contoh: “Tau ai aku, kada usah dipadahi pulang.” (aku udah tau kali… Ndak usah diomongin lagi.)

  1. Pina musti!/Peiya-iyanya
pina
Kita bisa menggunakan ungkapan ini untuk menunjukkan sikap sok orang lain, jadi secara garis besar bisa disampaikan dalam emosi negatif atau meledek. Lebih tepat disebut sebagai cibiran. Kendati memiliki makna yang kurang lebih serupa, “peiya-iyanya” juga dapat digunakan sebagai penguat.

Contoh: “Inya tuh pina musti urangnya, peiya-iyanya.” (dia memang sok, kayak bener-benernya aja.)

  1. Lalu ai…
lalu
Hmm… Frasa yang ini agak pelik untuk diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sebab, ungkapan ini menunjukkan bahwa sang lawan bicara, atau orang ketiga, melakukan sesuatu secara tendensius setelah ada penyebabnya. Bisa jadi padanan yang paling mendekati adalah ungkapan “mentang-mentang…”,  “dasar…”, atau “langsung deh”.

Contoh: “Di muka bebinian haja pang, lalu ai pina beaksi.” (mentang-mentang di depan cewek, langsung deh bergaya.)

  1. Kada jadi baras
kada
Ungkapan ini digunakan untuk menunjukkan kesia-siaan, atau kemubaziran dari ihwal yang tengah dilakukan. Bermakna sama dengan “tidak ada untungnya,” dalam bahasa Indonesia baku. Frasa ini pun kerap dikombinasikan dengan frasa-frasa bahasa Samarinda lainnya, yang bernada sama.

Contoh: “Behapa ikam umpati bubuhannya? Kada jadi baras tau lah.” (ngapain kamu ikuti mereka? Ndak ada untungnya tau ga sih?)

  1. Kalonya pang
kalo
Celetukan yang satu ini, digunakan untuk segala sesuatu yang mengira-ngira atau dugaan. Hanya saja, kecenderungannya ke arah yang least expected. Apabila ingin dipadankan ke dalam bahasa Indonesia, bisa saja disejajarkan dengan banyak istilah. Seperti “siapa tahu”, “barangkali”, “mana tahu”, “siapa kira”, dan beberapa lainnya yang dirasa pas.

Contoh: “Waninya ikam menukar, kalonya pang barang cuntanan.” (kok kamu berani beli itu, mana tahu itu barang curian.)

  1. Dasar waluh!
dasar
Boleh dibilang frasa ini adalah celetukan yang autentik dari Samarinda. Bahasa slang asli kota ini, yang entah siapa pencetusnya pertama kali. Sebab berdasarkan pengalaman penulis ketika berkumpul dengan anak muda Banjarmasin, dan Kalimantan Selatan (Kalsel) secara umum, mereka mengartikan “waluh” semata-mata labu. Sementara orang Samarinda sudah menggunakan sebutan ini untuk menghardik orang lain yang dirasa ngawur, ngaco, atau bertindak sembarangan.

Contoh: “Ikam tuh waluh bujuran!” (kamu itu memang ngawur kok.)

   11. Apa kalo’

apa kalo
Ungkapan ini serupa dengan celetukan “tuh kan” dalam tutur bahasa Indonesia. Bisa juga disamakan dengan ekspresi spontan “kapok!”, atau “rasain!” tapi dalam tataran yang lebih lembut, sebab diutarakan kepada seseorang yang menerima akibat dari sikap “mucil” atau bandel.

Contoh: “Apa kalo’, mucil pang kada kawa dipadahi.” (tuh kan, ga bisa dibilangin sih.)



   12. Bujur jua…


bujur


Frasa ini termasuk yang paling mudah kita temui dalam percakapan sehari-hari di Samarinda. Diutarakan sebagai bentuk afirmasi, sepakat atau menyetujui argumentasi orang lain, namun dengan intonasi yang agak dilebih-lebihkan. Itu sebabnya, ada tiga titik yang menandakan alunan intonasi saat mengatakannya.
Demikianlah 12 frasa celetukan-celetukan khas Samarinda. Bahasa sangat erat kaitannya dengan identitas. Bisa jadi jumlahnya jauh lebih banyak, dan silakan dibagi dalam kolom komentar di bawah ini. Di sisi lain, kalo ada orang-orang di sekitar kamu pake celetukan macam begini, fixed! Dia pasti orang Samarinda. Yah, atau orang sekitar sini lah, hehehe
Bagi kita yang tinggal dan bergaul di Samarinda, pasti akan sangat akrab dengan frasa-frasa di atas. Namun bagi yang sudah melakukan urbanisasi dan harus berurusan dengan orang dengan spektrum latar belakang lebih luas, bisa saja akan menanggalkan semua ini karena dianggap sebagai tanda-tanda kedaerahan yang lumayan memalukan. Apa pun alasannya, tidak bisa dimungkiri, orang Samarinda pasti akan merasa sangat nyaman, bahkan terasa nostalgia, apabila bisa berucap dengan celetukan-celetukan ini.
Dalam “Ethnologue” (2012) disebutkan, terdapat 726 bahasa di Indonesia. Sebagian masih akan berkembang, tapi enggak bisa diingkari bahwa sebagian besar bahasa lainnya dari situ akan punah. Menurut UNESCO, seperti yang ada di dalam “Atlas of the World’s Language in Danger of Disappearing”, Indonesia memiliki lebih dari 640 bahasa daerah (2001: 40), dengan kurang lebih 154 bahasa yang harus diperhatikan. Sebab sekitar 139 bahasa terancam punah, dan bisa-bisa menyusul 15 bahasa lain yang sudah mati sepenuhnya.

10 KATA “BERBAHAYA” DI SAMARINDA

Baiklah, langsung saja. Berikut ini adalah sepuluh di antaranya.
  1. Bungul
bungul
Jangan keburu happy dulu deh kalo ada orang bilang gini sama kamu. Sebab kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya adalah bodoh atau idiot.
Kata ini berasal dari bahasa Banjar, dan termasuk yang paling populer dan sering disampaikan. Saking seringnya, sampai-sampai efek dari pengucapannya sangat bergantung dari ekspresi dan kesan si penutur.
  1. Bonto’
bonto
Menggunakan tanda petik tunggal atau apostrof di akhir kata, menunjukkan bahwa pengucapannya menghadirkan kesan konsonan “k” yang tipis. Kata ini umumnya digunakan untuk menandai telur yang busuk, seperti dalam frasa “hintalu bonto’” atau telur busuk. Hanya saja, seperti dalam bahasa Indonesia pada umumnya, bonto’ sebagai makian kepada seseorang bukan menunjukkan adanya sesuatu yang kedaluwarsa, tidak dierami, atau membusuk layaknya proses biologis alamiah, melainkan sesuatu yang meleset, mengecewakan, dan mengesalkan.
  1. Tambuk
tambuk
Kurang lebih memiliki makna yang sama dengan bungul, kata ini juga digunakan untuk mewakili kebodohan, sikap yang kolokan dan udik, maupun dungu. Apabila ada di antara kamu yang bisa menambahkan spektrum makna kata ini, silakan berbagi.
  1. Buntat
buntat
Kalau yang satu ini, penjelasannya memang agak panjang ya. Di satu sisi, buntat bisa disederhanakan pula sebagai bodoh. Namun berbeda dengan bungul yang jelas-jelas berarti bodoh, atau tambuk yang cenderung menggambarkan kedunguan, pada dasarnya buntat masih memiliki sedikit kesan iba. Kasihan dengan kebodohan seseorang, tapi tetap mengesalkan.
Begini gambarannya. Dalam pengucapan keseharian, buntat juga bisa digunakan untuk mewakili sesuatu yang buntu, tidak efektif, atau gagal. Misalnya ketika ada petasan yang tidak meledak setelah disulut, berarti petasan itu buntat baik lantaran masalah pada sumbu, atau pada sambungan antara sumbu ke cadangan mesiu.
Pada konteks yang berbeda, buntat juga mewakili ulir rumah bekicot, siput, keong, atau binatang bercangkang luar. Mengapa begitu? Karena ulir rumah keong yang mengerucut tidak berlubang, sehingga tidak bisa ditiup alias buntu. Itu sebabnya, bagi sebagian orang, makian buntat bisa dilengkapi menjadi “buntat haliling”. Sementara haliling sendiri adalah sejenis keong kecil, yang berkerabat dengan tutut maupun keong sawah (Pila ampullacea), dan konon juga digemari sebagai bahan masakan tertentu.
Selain itu, juga pernah terlontar ungkapan buntat buras. Hanya saja, belum ada penjelasan yang memadai soal penambahan kata buras–ya, penganan semacam lontong yang dibungkus daun itu–dengan kata buntat.

  1. Pehol
pehol
Untuk kalian yang mengalami tren rambut catok di masa remajanya, mungkin akan familier dengan kata serapan bahasa Inggris ini. Kata pehol adalah plesetan. Iya, plesetan. Minta tolong sama setan, gitu. Pleeeasee setaaaaan… *krik*
Skip.
Oke.
Fokus.
Pehol ini plesetan dari pee hole. Tahu kan maksudnya? Alias lubang pipis. Ya, kelamin lah.

     6. Hali

hali
Nah, kata ini berasal dari bahasa Kutai. Meskipun popularitasnya tidak seterkenal kata nomor 1 sampai 4, namun tetap banyak juga digunakan orang Samarinda, secara terbatas.
Dalam bahasa Kutai, hali berarti gila. Penggunaannya pun dibarengi dengan kata seru bahasa yang sama. Seperti “hali beneh” (gila banget); “kanak hali” (anak/orang gila); dan sebagainya. Sesederhana itu. Udah.
  1. Gonggong
gonggong
Ini bukan suara anjing, atau cara anjing bersuara. Kata gonggong dipakai untuk menghardik orang lain karena kebodohannya. Masih 11-12 dengan kata nomor 1 dan 3, dan relatif kerap digunakan penutur bahasa Banjar.
Hanya saja, ada teori yang menyebut bahwa kata ini disadur dan diturunkan dari bahasa Tionghoa, terutama dialek Guangfu (Khonghu), maupun Fujian (Hokkian). Sebab dalam dua dialek tersebut, juga digunakan tuturan gong maupun ngong untuk menyebut bodoh pemikiran dan perilakunya. Sebutan ini juga memiliki akar yang sama dengan kata berikutnya, yaitu…
  1. Telengong
telengong
Sebutan ini barangkali terdengar agak asing, tapi tidak sedikit orang Samarinda (maupun orang Kalimantan secara umum, biar tidak merajuk) yang pernah mendengarnya minimal sekali seumur hidup.
Apabila dipadankan ke dalam bahasa Indonesia, telengong cukup diterjemahkan menjadi bodoh sekali. Namun kita bisa mendapatkan gambaran yang yang komprehensif, bila menyandingkannya dengan bahasa Jawa tutur. Yakni “plonga-plongo”, “lola’-lolo’”, dan sejenisnya dengan melibatkan ekspresi wajah yang clueless.
Khusus soal kata ini, lagi-lagi ada teori yang menyebutkan bahwa telengong diambil dari istilah serupa dalam bahasa Tionghoa dialek Fuqing (Hokcia): taraengong yang mengalami perubahan lafal pada konsonan “r” menjadi “l”. Hanya saja dalam bahasa ini, taraengong berarti idiot yang bodoh sekali. Ada indikasi rendahnya kecerdasan objek penderita.
  1. P*kiayam
kiayam
Boleh dibilang ini merupakan makian paling kasar nomor dua di Samarinda. Bisa jadi, saking kasarnya, sebutan ini sudah jarang digunakan kaum muda. Kebanyakan, penuturnya saat ini adalah orang tua, atau golongan lansia.
Sebutan ini sengaja ditulis sebagai satu kata tunggal, lantaran pemaknaannya yang begitu jauh, atau kurang nyambung dibanding benda aslinya. Bila kita pecah menjadi dua kata, frasa di atas berarti kelamin ayam. Lalu entah bagaimana ceritanya, dijadikan makian ketika kesal dalam intensitas tinggi.
  1. Kimaknya
kimaknya
Ini dia, umpatan yang paling lethal dibanding yang lain. Menyangkut organ paling sensitif, dan figur paling sakral dalam sebuah keluarga. Berbeda loh ya, dengan kerang kima yang jadi doyanan sebagian orang.
Saat dituturkan, istilah ini kurang lebih bermakna “curse on Your mother’s c*nt (for birthing You)!” Itu sebabnya, kata ini merupakan paling tabu di antara yang lain, dan benar-benar diutarakan untuk menghina habis-habisan lawan bicara.
Sekadar informasi, pengucapan seperti ini lumayan merata di seluruh Indonesia, dengan beda pada logat maupun intonasi. Khususnya dalam ranah bahasa Melayu. Pun bagi penutur bahasa Kutai, umpatan ini bahkan jadi satu kalimat sederhana. Lebih jauh lagi, dalam budaya tutur bahasa Tionghoa modern dan bahasa Inggris pun, juga ada serapahan yang serupa.
Kendati begitu, ada turunan lain dari kata ini, yang membuatnya terasa agak “ringan”. Seperti kimbonya, kimbenya, dan kimprut.
Selain sepuluh kata di atas, sebenarnya ada beberapa kata lain yang kerap dilontarkan orang Samarinda untuk mewakili keadaan tertentu, juga berasal dari bahasa Banjar maupun bahasa Kutai. Tetapi tidak dikategorikan sebagai makian, melainkan ungkapan keras saja. Seperti mucil yang diartikan sebagai sikap bebal atau bandel. Juga ada celetukan lopad dari bahasa Kutai, yang sering disalahpahami sejajar dengan kata brengsek, tapi bagi sebagian orang lebih pas diartikan sebagai sialan atau frasa “aduh-aduh…
Kata makian hanya akan membuat orang lain menjadi marah atau merasa terhina, bila yang bersangkutan hidup dalam kebudayaan dan lingkungan kepercayaan yang sama. Yakali ngomong bungul ke Tom Morello, bukannya marah mungkin dia bakal senyum-senyum karena enggak ngerti.
Sementara itu, sebagai disclaimer, artikel ini dihadirkan bukan untuk mendorong atau menyemangati kamu semua lebih aktif mengumpat atau memaki. Melainkan menunjukkan sekelumit dari kekayaan budaya bahasa Nusantara yang ada, khususnya di Samarinda. Toh, di sisi lain, makian kerap dimaknai sedangkal-dangkalnya hanya sebagai kata-kata kotor dan kasar. Juga disampaikan dengan tujuan untuk mengobarkan emosi lawan bicara. Padahal, apabila kita paham maknanya yang netral, kemudian bersikap datar saja, makian tadi bakal jadi “peluru letoi” yang meleset tak mengenai sasaran. Menang di kita.

Rabu, 13 Desember 2017

KOMENTAR SINGKAT

Kalo komen itu yang singkat aja nggak usah panjang lebar. To the poin aja tak perlu bertele-tele bikin pusing yang baca. Contohnya adalah komentar saya ini gak panjang panjang amat tapi mengena tepat sasaran. Maaf jangan marah ya ama yang saya omongin ini. Jujur saya sebenarnya nggak mau komentar, tapi nggak enak ama yang bikin status. Kan dia nulis status ini udah capek. Ya udah aku komenin aja biarpun Cuma singkat. Tak perlu panjang lebar biar yang baca nggak pusing. Kesel juga kan baca komen terlalu panjang tapi gak jelas apa isi komennya kayak orang kumur-kumur gitu. Makanya saya komennya singkat aja. Tahu sendiri kan komen kepanjangan itu ngeselin banget tau nggak? Siapa juga yang mau baca kalo komennya kayak kereta api gitu. Emang kita kerjaannya hanya baca komen aja? Kalo untuk baca satu komen aja perlu waktu satu jam, mana sempat kita ngerjain lannya kayak upload photo selpie, update status
ngomentari teman yang lainnya. Itulah sebabnya saya anjurkan kalo komen itu yag singkat aja. Biarpun singkat tapi bermutu itu lebih baik daripada puanjang banget tapi tak jelas apa yang diomongin. Contohnya kayak status saya ini nih... singkat tapi mengena banget. Nggak bikin pusing. Nggak bikin kesel. Iya bener. Saya juga keki banget kalo ada orang yang kalo komentar itu panjang banget. Kesannya gimana gitu loh. Ada nih teman saya yang baca komentar panjang kek gitu jadi marah sampai banting hape segala. Kasian kan harus beli hape baru lagi. Iya kalo dia punya uang buat beli, kalau nggak? Itu salah satu akibat dari komentar yang terlalu panjang. Itulah kenapa kalo komen saya cukup nulis satu dua patah kata aja yang penting komenlah buat menghargai yang mosting status. Jangan mentang mentang baru belajar ngetik terus komentarnya panjang banget biar dikira intelektual. Yaelah, hanya komen ini kok kayak bikin skripsi aja sampai berlembar-lembar. Bukan saya menghina sih... Cuma saya kesel aja baca komentar begitu. Bikin orang penasaran aja, ini komentarnya kapan habisnya? Begitu habis ternyata malah tambah penasaran dan harus membaca ulang dari awal. Sebenarnya maksud dari komentar ini apaan? Kesel banget kan? Seperti ini nih, saya mesti membacanya dari awal lagi. Sekali lagi simak baik-baik. Kalo komen itu yang singkat aja nggak usah panjang lebar. To the poin aja tak perlu bertele-tele bikin pusing yang baca. Contohnya adalah komentar saya ini gak panjang panjang amat tapi mengena tepat sasaran. Maaf janganmarah ya ama yang saya omongin ini. Jujur sara sebenarnya nggak mau komentar, tapi nggak enak ama yang bikin status. Kan dia nulis status ini udah capek. Ya udah aku komenin aja biarpun Cuma singkat. Tak perlu panjang lebar biar yang baca nggak pusing. Kesel juga kan baca komen terlalu panjang tapi gak jelas apa isi komennya kayak orang kumur-kumur gitu. Makanya saya komennya singkat aja. Tahu sendiri kan komen kepanjangan itu ngeselin banget tau nggak? Siapa juga yang mau baca kalo komennya kayak kereta api gitu. Emang kita kerjaannya hanya baca komen aja? Kalo untuk baca satu komen aja perlu waktu satu jam, mana sempat kita ngerjain lannya kayak upload photo selpie, update status, ngomentari teman yang lainnya. Itulah sebabnya saya anjurkan kalo komen itu yag singkat aja. Biarpun singkat tapi bermutu itu lebih baik daripada puanjang banget tapi tak jelas apa yang diomongin. Contohnya kayak status saya ini nih... singkat tapi mengena banget. Nggak bikin pusing. Nggak bikin kesel. Iya bener. Saya juga keki banget kalo ada orang yang kalo komentar itu panjang banget. Kesannya gimana gitu loh. Ada nih teman saya yang baca komentar panjang kek gitu jadi marah sampai banting hape segala. Kasian kan harus beli hape baru lagi. Iya kalo dia punya uang buat beli, kalau nggak? Itu salah satu akibat dari komentar yang terlalu panjang. Itulah kenapa kalo komen saya cukup nulis satu dua patah kata aja yang penting komenlah buat menghargai yang mosting status. Jangan mentang mentang baru belajar ngetik terus komentarnya panjang banget biar dikit yang penting kita ikut komen .

Minggu, 26 November 2017

Sssttt… Ini Dia 10 Cara Elegan Menagih Hutang Dari Teman yang Jago Ngeles

Yang namanya teman pasti ada macam-macam jenisnya. Ada yang baik banget suka nraktir kamu; ada yang biasa aja tapi setia; ada juga yang cuma nyari kamu kalau perlu buat ngutang. Pernah nggak kamu merasa kesal dengan ulah temanmu yang sering ngutang tapi kalau disuruh bayar susah banget? Kamu sampai pusing mikirin cara menagih hutang yang pas agar dia gak ngeles melulu.
Sudah-sudah, daripada ngedumel melulu dan gengsi mikirin cara menagih hutang tanpa terlihat kaya rentenir, nih Hipwee kasih saran tentang cara-cara elegan buat nagihnya…

1. “Astaga, aku lupa ke ATM. Bayarin dulu ya!” Ketika kalian belanja atau makan bersama, sering-sering saja minta dibayarin dia.

 

aKCYC 

Biasanya—bi-a-sa-nya—temen yang suka ngutang itu awalnya dimulai dengan minta nebeng bayarin kamu pas kalian belanja atau makan bareng. Alasannya macem-macem: lupa bawa dompet, belum ambil duit, atau biar gampang. Lambat laun “nitip bayarin dulu dong” itu jumlahnya membengkak dan temenmu nggak ada kesadaran buat segera membayarnya.
Kalau kata drama-drama silat Tiongkok jaman dulu—ambil contoh Pendekar Rajawali—‘racun harus dibalas dengan racun’. Jadi kalau temenmu suka ngutang pelan-pelan dengan cara minta nebeng dibayarin atau nitip belanjaan tapi gak dilunasin, gantian dong kamu gituin dia.

2. Kalau lagi jalan bareng, rajin-rajin aja bilang pengen sesuatu disambung dengan kalimat “… tapi lagi nggak punya uang” disertai wajah sedih.

tumblr_inline_nb3x4gsfsa1s4672p1 

Kalau kamu selama ini sering mengubur rasa inginmu pada sesuatu karena sadar harus berhemat, inilah saatnya kamu mengumpulkan semua hasratmu itu. Kemudian utarakan setiap kali jalan sama temenmu yang tukang utang. Yep ini juga bisa jadi cara menagih hutang yang elegant lho!
Kamu pengen baju baru, kamu bilang ke dia. Kamu pengen dompet bermerek baru, kamu bilang juga. Kamu pengen pacar baru… yang matrelialistis, kamu ceritain juga ke dia. Jangan lupa, semuanya harus selalu diembel-embeli

 

3.  Saat tanggal muda atau musim gajian dan dia terlihat senang, langsung sapa dengan “Cieee baru gajian, banyak duit nih.”

youllbegparents.gif 

 

Jangan langsung tagih dia dengan garang kalau dia habis gajian, nanti kamu lebih mirip debt collector daripada seorang teman. Cara menagih hutang kamu harus lebih subtle lagi. Mending kamu passive aggressive aja, berniat muji tapi dengan nada agak memancing gitu deh. 

4.  Pas ngumpul bareng teman-teman lain, angkat topik soal “betapa menyebalkannya orang yang nggak pernah bayar hutang” tapi ngobrolnya dengan kalem ya.

tumblr_mwn63dFJ2X1sb5u6lo1_500 

Coba lempar bahan pembicaraan soal ‘tukang ngutang menyebalkan’ pas kamu dan temenmu si tukang utang lagi ngumpul rame-rame sama temen-temen kalian yang lain. Siapa tahu teman-temanmu punya saran tentang cara menagih hutang yang bagus juga.
Tapi lakukan dengan santai ya, jangan sampai kelihatan baper. Mainkan seolah-olah kamu memang sedang membahas sifat buruk secara umum yang gak baik ditiru siapapun. Semoga, dia si penghutang bakal tergerak hatinya dan segera ngebayar kamu pas ngumpul-ngumpulnya udah selesai.

 

5.  Kalau kamu jago sandiwara, bisa juga dengan sering curhat sedih soal kehidupan keluargamu yang penuh intrik dan butuh uang (padahal sebenarnya biasa aja).

Selena-Gomez-Pictures--VMA-2013-MTV-Video-Music-Awards--10 

Kalau kamu pede sama kemampuan akting kamu—atau kamu merasa alasan kamu belum satu screen sama Dude Herlino hanya gara-gara kamu malas casting—kamu boleh coba trik berikut sebagai cara menagih hutang. Buat cerita sendu tentang keluargamu yang butuh uang dari kamu. Nggak perlu bohong kok, yang kamu butuhkan hanya sedikit bermain-main dengan kata.

6.  Rajin-rajin ngumpulin cerita-cerita mistis religius a la tabloid Hidayah tentang kisah azab orang-orang yang gak mau bayar hutang.

 hidayaaah 

Setiap ketemu coba kamu selalu cerita soal kisah-kisah azab yang menimpa para tukang ngutang yang suka males bayar. Perut membengkak padahal udah diet lah; jenazah terbang dan meledak di udara kaya petasan lah; susah dikubur karena kavling tanahnya abis lah…

7.  Utarakan niat kamu yang hendak bayar zakat atau memberi sumbangan amal… Tapi pakai uang yang dia pinjam!

 2011-08-15-12-23-05 

Masa dia tega menolak permintaan yang berkaitan dengan kebaikan dan amal soleh seperti ini? Tapi kalau akhirnya hutang itu beneran dibayar jangan lupa benar-benar kamu sumbangkan ya uangnya

8. Kalau kamu kenal keluarganya coba ancam halus aja “Kamu masih nggak bisa bayar juga? Nggak apa-apa, aku minta gantinya langsung ke mamamu aja ya!”

3285560422_bab552beda_b

Cara menagih hutang yang ini bisa kamu pakai kalau hubungan pertemanan kalian sudah dekat banget sampai kamu tahu atau kenal sama orang tuanya dia. Bilang aja kalau kamu akan minta bayarannya langsung ke mamah-papahnya aja. Soalnya ‘kan dia susah banget dimintain bayaran, alasan dan ngeles terus kerjaannya. Jadi pakai aja jurus “Aku laporin mamahmu lho!” tapi versi halus nan polos gitu deh.
Lihat reaksi dia, kelabakan nggak?

9. Kalau setelah segala cara di atas dia masih susah ditagih juga, gantian pinjam uang dari dia aja. Kali-kali malah lebih gampang.

Ada lho orang kaya gini. A-D-A! Jadi kalau ditagih hutang dia muter-muter jawabannya dan ogah-ogahan banget. Tapi kalau giliran dia dipinjamin duit orangnya royal banget. Lucu yah? Yaudah, bedanya kamu ‘minjem’ duit dari dia tapi nggak dibalik-balikin. Nanti kalau dia nagih bilang aja “Utangku ke kamu dipotong pake hutangmu ke aku yah… impas kan.” Nah lho, nyaho gak dia?

10. Terakhir… Sindir dia pakai artikel ini aja dengan cara share di Facebook dan Twitter kamu! Siapa tahu habis dia baca terus nyadar!

 

Langkah pamungkas, kalau cara-cara menagih hutang di atas kamu rasa masih kurang ‘greng’, coba deh share artikel ini. Gampang banget gak ada semenit, tinggal klik tombol biru tua dan biru muda di atas. Siapa tahu dia lagi online trus baca dan hatinya terketuk dan terpekur. Lalu tersadar dan segera mendapat petunjuk untuk membayar hutangnya ke kamu. Amin!
Bagaimana menurutmu, ada cara menagih hutang ideal yang kamu rasa pas nggak buat mengatasi temen yang doyan ngutang tapi gak doyan bayarnya? Nggak ada salahnya kalau untuk kali selanjutnya kamu membuat perjanjian yang jelas dengan temanmu yang suka ngutang tentang kapan dia akan membayarnya, daripada lupa atau ngeles melulu? Buat yang sudah dihutangi dan belum balik-balik duitnya, jangan patah semangat dalam memperjuangkan uangmu yang dipinjam ya!